PONTIANAK POST - Peluang untuk menempuh pendidikan tinggi dan bekerjasama dengan kampus-kampus di Eropa kini semakin terbuka bagi masyarakat Kalimantan Barat melalui Seminar Internasional Erasmus+ 2025 yang diselenggarakan oleh EU-ASEAN Exchange Alumni (EAEA). Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai 28-30 Juli 2025, di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, dan menghadirkan puluhan pakar pendidikan internasional serta alumni sukses program Erasmus+.
Mengusung format hybrid, seminar ini diikuti oleh sekitar 200 peserta, dengan kehadiran langsung dari berbagai perwakilan kampus, instansi pemerintah, dan organisasi di Kalimantan Barat.
“Peserta memang dari seluruh Indonesia, tapi didominasi oleh Kalbar. Harapan kami, mereka di sini bisa lebih mudah mengakses informasi mengenai beasiswa ke luar negeri,” ujar Rahmat Putra Yudha, M.Ed, Project Leader sekaligus pendiri organisasi eu-eaea.org, dalam sesi pembukaan seminar pada Senin (28/7).
Tak hanya beasiswa, Erasmus+ yang merupakan program Uni Eropa juga dapat memberikan pendanaan penuh (fully funded) bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan institusi untuk menjalin kolaborasi pendidikan, baik dalam bentuk pertukaran pelajar, hingga riset bersama.
“Outputnya adalah terjalin banyak kerjasama antara kampus di Kalbar dan kampus di eropa, secara individu bisa didapatkan banyak manfaat misalnya kolaborasi riset, studi di Eropa dengan pembiayaan dari Uni Eropa, hingga pertukaran mahasiswa. Secara institusi mereka juga punya program hibah institusi,” jelasnya.
Program ini mencakup semua bidang studi, dengan minat tertinggi pada bidang eksakta, teknik, dan teknologi. “Kita tahu kampus di eropa punya kapasitas dan fasilitas yang mumpuni untuk bidang yang memang diperlukan saat ini,” tuturnya.
Namun demikian, Yudha menyoroti bahwa tantangan utama yang masih dihadapi, khususnya oleh masyarakat Kalbar, adalah kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa asing.
“Bahasa adalah kunci awal untuk membuka pintu kerja sama dan peluang studi di luar negeri,” jelasnya.
Seminar ini menghadirkan Yassine Zarouk, Head Project Oceans Network EU, yang memaparkan berbagai jenis beasiswa Erasmus+, mulai dari tingkat sarjana, magister, doktoral, hingga pendanaan untuk riset dan post-doktoral. Selain itu, peserta juga mengikuti workshop intensif untuk meningkatkan kompetensi serta menggali strategi efektif dalam mengakses beasiswa internasional.
Seminar Internasional Erasmus+ 2025 ini didukung oleh Uni Eropa sebagai penyandang dana utama, Pemerintah Kota Pontianak sebagai tuan rumah, serta Oceans Network EU sebagai mitra strategis. LPDP Kalimantan Barat, Lembaga Best Partner, dan Bansa Foundation turut serta sebagai mitra lokal yang memperkuat pelaksanaan kegiatan ini. (sti)
Editor : Hanif