PONTIANAK POST – Gempa bumi berkekuatan 8,7 magnitudo mengguncang wilayah dekat pesisir timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu pagi pukul 06.24 WIB.
Guncangan tektonik yang berpusat pada koordinat 52,51 derajat LU dan 160,26 derajat BT dengan kedalaman 18 kilometer ini memicu peringatan tsunami untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan, gempa dangkal ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka.
Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) melaporkan bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami di beberapa negara seperti Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam.
Secara spesifik untuk Indonesia, BMKG telah mengeluarkan status "Waspada" untuk sejumlah wilayah di bagian utara.
Status ini mengindikasikan potensi ketinggian gelombang tsunami kurang dari 0,5 meter.
"Masyarakat pesisir di seluruh wilayah tersebut diimbau tetap tenang namun waspada," demikian imbauan resmi BMKG.
Warga diminta untuk menjauhi area pantai hingga potensi tsunami benar-benar dinyatakan berakhir, meskipun status masih Waspada, sebagai langkah pencegahan dini.
BMKG juga merilis daftar daerah di Indonesia yang berpotensi terdampak tsunami akibat gempa Kamchatka ini, lengkap dengan estimasi waktu kedatangan gelombang:
1. Talaud: Pukul 14.52 WITA
2. Kota Gorontalo: Pukul 16.39 WITA
3. Halmahera Utara: Pukul 16.04 WITA
4. Manokwari: Pukul 16.08 WIT
5. Raja Ampat: Pukul 16.18 WIT
6. Biak Numfor: Pukul 16.21 WIT
7. Supiori: Pukul 16.21 WIT
8. Sorong bagian utara: Pukul 16.24 WIT
9. Jayapura: Pukul 16.30 WIT
10. Sarmi: Pukul 16.30 WIT
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa besar di Kamchatka.
Namun, BMKG terus melakukan pemantauan intensif. Tercatat pula adanya tujuh gempa susulan (aftershock) setelah gempa utama, dengan kekuatan terbesar magnitudo 6,9 dan terkecil magnitudo 5,4.(*)
Editor : Budi Miank