Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mengenang Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali, Pilih Dimakamkan di Kompleks Pesantren Ketimbang Makam Pahlawan

Hanif PP • Jumat, 1 Agustus 2025 | 10:16 WIB
PEMAKAMAN: Prosesi pemakaman mantan Menteri Agama Suryadharma Ali di Kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kabupaten Bekasi, Kamis (31/7).
PEMAKAMAN: Prosesi pemakaman mantan Menteri Agama Suryadharma Ali di Kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kabupaten Bekasi, Kamis (31/7).

PONTIANAK POST - Isak tangis mengiringi prosesi pemakaman mantan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali di Kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kabupaten Bekasi, Kamis (31/7). Salawat serta tahlil tak henti dilantunkan ratusan warga dan santri yang sudah menanti kedatangan mobil ambulans pembawa jenazah sejak pagi.

 

"BELIAU Insya Allah orang baik. Beliau sudah ada di dalam makam ini, Insya Allah akan mendapatkan nikmat kubur," kata rekan sekaligus perwakilan keluarga, Kholid Hidayat.

Tampak keluarga, sanak saudara, dan pejabat Kementerian Agama (Kemenag) turut mengiringi pemakaman almarhum Suryadharma Ali. Tangis pecah ketika jenazah mulai dikebumikan ke liang lahat.

Sang istri Wardhatul Asriah dan putri bungsunya Nadia Jesica Nurul Wardani hanya bisa tertunduk menangis saat jenazah Suryadharma Ali diturunkan ke liang lahat.

Kholid mengatakan Suryadharma Ali merupakan sosok yang baik. Kebaikan tersebut diharapkan dibalas dengan kenikmatan di alam kubur.

Ia menyebutkan sebelumnya terjadi tarik menarik mengenai lokasi pemakaman mendiang Suryadharma Ali. Sejak awal keluarga berencana memakamkan jenazah di lingkungan pondok pesantren ini.

Rencana itu sempat tertunda setelah Istana Negara menginstruksikan agar jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Alasannya, Suryadharma Ali menyandang penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana pada tahun 2013 sehingga berhak dimakamkan di TMP Kalibata.

Namun sesaat kemudian, sang istri meminta agar jenazah Suryadharma Ali tetap dimakamkan di lingkungan pondok pesantren dengan alasan agar iringan doa dari para santri tidak terputus.

"Tadi saya berbincang-bincang sebelum berangkat ke sini, tarik-menarik, alot, ingin dimakamkan di Kalibata, tapi insting istrinya tajam, ingin di sini, biar didoakan para santri yang ada di sini, Insya Allah ini akan mendapatkan nikmat kubur," kata dia.

Suryadharma Ali merupakan Menag periode 2009-2014 atau era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pria yang akrab disapa SDA itu dinyatakan wafat di usia 68 tahun di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta, Kamis (31/7) sekitar pukul 04.18 WIB.

Menag Nasaruddin Umar menyampaikan duka atas wafatnya SDA. Nasaruddin sendiri pernah menjadi anak buah SDA. Tepatnya ketika dia menjadi Wakil Menteri Agama periode 2011-2014. Atas nama pribadi dan keluarga besar Kemenag, Nasaruddin menyampaikan duka cita yang mendalam.

Baca Juga: Kalimantan Barat Catat 1.869 Kasus PHK pada 2025, Pengangguran Terbuka Capai 182 Ribu Orang

Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengenang SDA sebagai sosok yang berdedikasi dalam penguatan tata kelola keagamaan nasional. Selama menjabat sebagai, Nasaruddin mengatakan SDA dikenal aktif dalam memperkuat kelembagaan keagamaan dan meningkatkan layanan pendidikan madrasah dan pesantren. Selain itu, ia juga melakukan berbagai upaya reformasi birokrasi di lingkungan Kemenag.

“Beliau juga berperan penting dalam modernisasi penyelenggaraan ibadah haji, termasuk digitalisasi layanan haji yang menjadi fondasi bagi transformasi haji di masa kini," katanya. Menurut Nasaruddin, SDA juga berperan membangun dialog antarumat beragama. Upaya itu dilakukan SDA sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan nasional.

Sementara itu, di rumah duka, di kawasan Jakarta Timur, sejumlah tokoh ikut hadir, di antaranya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)."Saya turut berdukacita atas kepergian almarhum," kata JK saat menyampaikan sambutan di bagian dalam rumah duka.

JK mengenang almarhum sebagai sosok yang baik. JK mengaku cukup erat dengan almarhum apalagi pernah sama-sama di pemerintahan. Ketika JK sebagai wapres, SDA adalah salah satu menterinya.

"Kami pernah sama-sama menteri. Beliau adalah sosok yang baik dalam hidupnya," ujar JK. Selain itu, JK menilai mantan Ketua Umum PPP itu telah mendedikasikan diri memberikan jasanya kepada bangsa, negara dan masyarakat Indonesia.

Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin mengenang almarhum Suryadharma Ali sebagai sosok pejuang muda yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa dan negara, sehingga patut diteladani.

Dalam kesaksiannya, Ma’ruf menyampaikan bahwa dirinya telah mengenal almarhum sejak kecil karena hubungan dekat dengan keluarganya.

"Pak Surya ini seorang pejuang sejak muda. Saya kenal ayahnya yang lebih tua dari saya. Waktu itu saya masih muda, Pak Surya masih kecil di Tanjung Priok. Jadi saya tahu betul bagaimana beliau sejak kecil," kata Ma’ruf Amin di rumah duka di Jalan Cipinang Cempedak I Nomor 30, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis.

Menurut Ma’ruf, perjalanan hidup SDA penuh dengan pengabdian. Almarhum pernah aktif di Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Nahdlatul Ulama (NU), dunia politik, hingga menduduki jabatan sebagai Menteri Koperasi dan Menteri Agama.

"Kontribusinya banyak, baik untuk masyarakat, bangsa, maupun negara," ucapnya.

Selain itu, dia menyebut SDA sebagai sosok yang patut dihormati dan dijadikan teladan, meskipun sebagai manusia tentu tidak luput dari kekurangan.

"Beliau orang yang pantas untuk dihormati dan bisa diteladani. Tentu saja manusia bisa punya kekurangan, tapi kebaikannya lebih banyak dan patut dijadikan contoh," katanya. Ma’ruf mendoakan agar almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.(wan/ant)

 

Editor : Hanif
#mantan menag #miftahul ulum #kemenag #santri #pondok pesantren #Makam Pahlawan #Doa #Tangis Haru #keluarga #suryadharma ali