PONTIANAK POST – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat, Kundori, menyambut baik keputusan resmi panitia Kongres Persatuan PWI 2025 terkait penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan mekanisme keikutsertaan peninjau dalam kongres.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan langkah bijak dan berani yang telah lama dinantikan oleh daerah-daerah, termasuk Kalimantan Barat, yang terdampak oleh dinamika internal organisasi.
“Kami bersyukur, karena harapan dari daerah seperti Kalbar akhirnya didengar. Ini menunjukkan panitia kongres ingin benar-benar menjaga marwah PWI,” ujar Kundori, Kamis (7/8/2025).
Ia menilai penetapan DPT yang berdasarkan semangat persatuan adalah upaya nyata untuk mengembalikan marwah dan normalitas organisasi.
“Langkah ini tidak hanya adil, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dan nilai-nilai persatuan, sesuai semangat PWI sebagai organisasi pers tertua di Indonesia,” tegasnya.
Kundori juga menyampaikan apresiasi kepada Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang memutuskan bahwa kehadiran peninjau hanya sah jika berdasarkan rekomendasi Ketua PWI Provinsi definitif.
“Keputusan ini penting untuk menjaga ketertiban organisasi dan menghindari manuver liar. Kami tidak akan memberi rekomendasi kepada pihak yang mengaku sebagai Plt Ketua PWI Kalbar,” tegasnya.
Menurutnya, kelompok yang mengklaim kepemimpinan tanpa legitimasi justru telah merusak nama baik dan citra PWI di daerah.
“Komplotan itu sudah terlalu jauh. Mereka tidak hanya mengganggu roda organisasi, tapi juga merusak marwah PWI Kalbar. Tidak mungkin kami beri ruang dalam kongres yang bertujuan menyatukan,” katanya.
DPT Resmi: 87 Hak Suara Berlaku di Kongres PWI 2025
Panitia resmi telah menetapkan DPT untuk Kongres PWI 2025 yang akan digelar pada 29–30 Agustus di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Bekasi.
Jumlah hak suara ditetapkan sebanyak 87 suara dari seluruh provinsi dan satu daerah otonom.
Jumlah ini berkurang satu dari sebelumnya, setelah Provinsi Banten yang tadinya memiliki tiga suara, kini hanya mendapatkan dua suara untuk dua kubu yang diakui oleh SC.
Selain jumlah suara, panitia juga menetapkan bahwa peninjau hanya dapat mengikuti pembukaan dan penutupan kongres, dan wajib mendapat rekomendasi dari ketua definitif masing-masing provinsi.
Dewan Kehormatan PWI Kalbar Dukung Penuh
Gusti Yusri, anggota Dewan Kehormatan (DK) PWI Kalbar, turut menyambut baik keputusan SC dan OC.
Ia menegaskan bahwa seluruh anggota PWI harus tunduk dan patuh pada keputusan panitia.
“Ini adalah bentuk kedewasaan berorganisasi. Semua pihak wajib menaati aturan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia berharap Kongres PWI 2025 dapat menjadi titik balik yang memperkuat semangat persatuan di tubuh PWI.
“Mudah-mudahan kongres ini membawa semangat baru bagi seluruh insan pers,” pungkasnya.