Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gubernur Kalbar: Mangrove Cegah Abrasi dan Simpan Cadangan Karbon

Novantar Ramses Negara • Senin, 11 Agustus 2025 | 10:19 WIB
TANAM MANGROVE: Kegiatan penanaman mangrove di Kabupaten mempawah, Jumat (8/8).
TANAM MANGROVE: Kegiatan penanaman mangrove di Kabupaten mempawah, Jumat (8/8).

PONTIANAK POST - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa penanaman mangrove memiliki peran penting tidak hanya dalam mencegah abrasi pantai, tetapi juga dalam menyimpan cadangan karbon yang besar bagi kelestarian lingkungan. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Mempawah.

Menurutnya, keberadaan hutan mangrove di wilayah pesisir menjadi benteng alami yang melindungi garis pantai dari hantaman ombak dan potensi abrasi.

“Mangrove ini penting sekali. Selain menjaga pantai dari abrasi, kandungan karbonnya cukup besar. Kalbar ini adalah jantung dan pusat paru-paru kita, sehingga menjaga mangrove sama saja dengan menjaga kehidupan,” ujarnya.

Ria Norsan menjelaskan, program penanaman mangrove di Kalimantan Barat sudah berjalan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR).

“Rata-rata CSR perusahaan ikut menanam mangrove di seluruh wilayah pesisir Kalbar. Ini bentuk kolaborasi nyata untuk lingkungan,” tambahnya.

Norsan menjelaskan jika penanaman mangrove di pesisir Mempawah ini menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem pesisir, mengurangi dampak perubahan iklim, serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Menurutnya, dengan luasnya garis pantai Kalbar dan besarnya potensi ekosistem mangrove yang dimiliki, Gubernur berharap program seperti ini terus diperkuat di seluruh kabupaten/kota. “Mangrove adalah warisan untuk anak cucu kita. Menanamnya hari ini berarti melindungi masa depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa Indonesia memegang peran strategis dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove dunia. Hanif menegaskan dengan sekitar 80 persen kawasan mangrove global berada di tanah air, maka pelestarian ini adalah amanah besar yang tidak boleh diabaikan.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan di Kabupaten Mempawah melalui kegiatan penanaman mangrove yang telah menjadi agenda rutin sejak 2015. Pada Jumat (8/8), aksi ini digelar dengan skala lebih luas, melibatkan sejumlah tokoh nasional sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam melindungi ekosistem pesisir Indonesia.

Penanaman mangrove kali ini dipusatkan di kawasan pesisir Mempawah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Menko Bidang Pangan, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, serta perwakilan dari berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah aktif mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove. “Program ini telah berjalan sejak 2015 dan terus berlanjut hingga kini. Saya mengapresiasi kontribusi masyarakat, petugas di lapangan, serta Pemerintah Kabupaten Mempawah. Ini adalah tanggung jawab kolektif demi keberlangsungan bumi yang kita huni bersama,” ujarnya.

Hanif kembali menekankan bahwa isu pelestarian mangrove bukan sekadar urusan lokal, melainkan bagian dari komitmen global yang wajib dijalankan bersama. “Terima kasih kami sampaikan kepada Kapolri dan seluruh pihak yang terlibat. Pelestarian ini adalah wujud kepedulian sekaligus langkah nyata kita menjaga masa depan,” ungkapnya. (mse)

Editor : Hanif
#cegah abrasi #ria norsan #pelestarian lingkungan #Mangrove #simpan cadangan #gubernur kalbar #cadangan karbon