PONTIANAK POST – Affan Kurniawan (21), driver ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah kericuhan demo di Jakarta, ternyata menyimpan kisah hidup yang penuh perjuangan. Sejak remaja, ia harus putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, lalu banting setir menjadi driver ojol demi membantu keluarganya.
“Ya sebenarnya sudah lima, enam tahun dia narik (ojek). Sudah tidak sekolah lagi sejak kelas 1 SMK. Karena nggak kuat bayar, akhirnya dikeluarkan sekolahnya,” ungkap kakek Affan, Fachrudin (73), saat ditemui wartawan, Jumat (29/8).
Fachrudin menjelaskan, cucunya hanya mengantongi ijazah SMP sebelum memutuskan bekerja penuh waktu.
Ia juga menanggung beban keluarga karena sang ayah sudah tidak lagi bekerja, sementara Affan masih memiliki seorang adik perempuan bernama Wulan.
“Membantu ekonomi keluarga. Karena masih ada adik, namanya Wulan, satu-satunya perempuan. Almarhum anak tengah, nomor dua dari tiga bersaudara,” kata Fachrudin dengan mata berkaca-kaca.
Affan Baru Selesai Antar Pesanan
Affan diketahui bukan bagian dari massa demonstran di DPR/MPR pada Kamis (28/8).
Menurut keterangan keluarga, ia sedang bekerja seperti biasa mengantarkan pesanan pelanggan.
“Enggak ikut demo, dia lagi ngantar paket,” ujar Fachrudin di TPU Karet Bivak, lokasi pemakaman Affan.
Namun, selepas mengantar pesanan, Affan terjebak dalam kekacauan di kawasan Jalan Pejompongan.
Situasi yang mencekam membuatnya tidak bisa keluar dari kerumunan.
“Pas dia keluar, sudah nggak bisa ke mana-mana, kejebak. Dia sudah ke pinggir, tapi tiba-tiba ibu-ibu kena gas air mata, semua lari. Nah, dia bereaksi, jadi makin susah,” tutur sang kakek.
Saat itu, massa makin beringas menanggapi tindakan aparat. Di tengah kekacauan itulah, rantis Brimob melaju kencang hingga menabrak Affan yang tidak sempat menghindar.
“Nah, di situlah ketabrak,” pungkas Fachrudin.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI pada Kamis malam berakhir ricuh.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen ketika Affan ditabrak hingga terlindas rantis Brimob.
Video tersebut langsung viral dan memicu kemarahan publik.
Insiden ini menambah panjang daftar korban sipil dalam bentrokan antara aparat dan demonstran.
Publik menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak kepolisian atas kematian Affan Kurniawan. (*)
Editor : Miftahul Khair