PONTIANAK POST - Organisasi pemuda lintas iman di Indonesia, terdiri dari Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, Pemuda Katolik, Gerakan Pemuda Kristen Indonesia, Pemuda Konghucu, Pemuda Prada, Hindu, Gema Budhis, GPII, dan Pemuda Muthla'ul Anwar, menyampaikan aspirasi dan harapan mereka kepada Presiden Prabowo Subianto terkait situasi nasional beberapa waktu terakhir.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi para kader pemuda dan masyarakat untuk menyampaikan pandangan, tuntutan, dan gagasan strategis. Ketua umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menyatakan apresiasinya atas respons Presiden Prabowo
"Diluar dugaan kami, sebelum disampaikan ke Bapak Presiden ternyata sudah direspon baik dan sangat lugas oleh Bapak Presiden. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pandangan, gagasan, dan tentu ternyata Bapak Presiden menyerap berbagai dinamika dan aspirasi dari masyarakat beberapa hari ini." ujar Stefanus pada awak media (1/9), dilansir dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.
Berikut delapam harapan utama organisasi pemuda lintas iman kepada Presiden Prabowo:
- Memberikan apresiasi atas respon cepat Presiden dan pemerintah dalam menanggapi aspirasi dan tuntutan masyarakat.
- Meminta evaluasi gaya komunikasi pejabat, kementerian, lembaga, pimpinan partai politik, dan politisi agar lebih sensitif, berempati, serta mengedepankan ruang dialog bersama masyarakat.
- Menugaskan aparat keamanan, baik TNI, Polri, maupun BIN, untuk menjaga keamanan dan ketertiban secara terukur, tidak represif terhadap aspirasi damai masyarakat, serta menindak tegas pelaku aksi anarkis yang memicu kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan.
- Memfasilitasi kebebasan beribadah, memudahkan pendirian tempat ibadah, serta mengevaluasi peraturan perundang-undangan terkait kebebasan beribadah untuk kehidupan yang damai dan toleran.
- Secara rutin membangun ruang diskusi dan dialog bersama tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh adat, baik di tingkat nasional maupun daerah, untuk menyatukan visi dan konsolidasi gagasan program strategis pemerintah. Poin ini mendapat respons positif dan akan dilaksanakan secara rutin.
- Menindaklanjuti tuntutan masyarakat, antara lain menunda kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), mencegah PHK, membuka lapangan kerja, memberikan upah layak bagi seluruh angkatan kerja, serta memastikan implementasi MBG tepat sasaran.
- Mendukung komitmen tegas pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang kuat dan bersih, termasuk mempercepat pengesahan RUU Perampasan Aset di DPR. Presiden merespon akan memperjuangkan ini sebagai bagian dari komitmen pemerintahan yang bersih.
- Mendukung implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo serta akselerasi program prioritas dan strategis pemerintah dengan melibatkan seluruh kader pemuda lintas iman di seluruh Indonesia. (sye)