Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Langkah Cepat Penanganan Akibat Terpapar Gas Air Mata: Tak Cukup dengan Odol, Simak Panduan Lengkapnya di Sini

Fifi Avrillya Irananda • Selasa, 2 September 2025 | 15:52 WIB
Ribuan mahasiswa yang menggelar aksi di depan gedung DPR-MPR, Jakarta, semburat saat polisi menembakkan gas air mata. Demo tersebut dilakukan untuk menolak sejumlah RUU kontroversial. (Muhamad Ali/Jawa Pos)
Ribuan mahasiswa yang menggelar aksi di depan gedung DPR-MPR, Jakarta, semburat saat polisi menembakkan gas air mata. Demo tersebut dilakukan untuk menolak sejumlah RUU kontroversial. (Muhamad Ali/Jawa Pos)

PONTIANAK POST - Gas air mata sering digunakan dalam situasi demonstrasi untuk membubarkan kerumunan dan menjadi senjata kimia non-mematikan yang sering digunakan untuk mengendalikan aksi massa.

Zat kimia yang terkandung di dalamnya mampu menyebabkan berbagai gejala serius pada tubuh, salah satunya rasa sakit mata yang sangat perih dan bersifat berkepanjangan.

Mengenal Lebih Dekat dengan Gas Air Mata

Aksi demonstrasi sebagai  salah satu bentuk penyampaian pendapat di publik, sering kali berujung pada penggunaan gas air mata oleh aparat keamanan.

Penggunaan tersebut sebenarnya diatur dengan ketat dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1998 dan Perkapolri No. 7 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan, Pengamanan, dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum menjadi acuan utama.

Kedua peraturan tersebut menegaskan bahwa tindakan kepolisian dalam mengawasi aksi publik seharusnya dilakukan secara bertahap dan terukur. 

Meskipun tujuan utamanya untuk membubarkan kerumunan melalui melumpuhkan sementara, tanpa menyebabkan cedera permanen.

Langkah pembubaran tersebut hanya boleh dilakukan jika situasi sudah tidak terkendali atau mengancam keselamatan publik.

Menurut dokter spesialis mata dari Eka Hospital Mohamad Arief Herdiawan, gas air mata tidak hanya berefek pada mata saja.

"Tetapi juga dapat menyebabkan efek iritasi kulit, dan dapat menyebabkan gangguan pada saluran napas sehingga sulit bernapas," ujar Arief.

Seluruh efek dari gas air mata biasanya muncul dalam hitungan detik setelah terpapar, dan berlanjut 15–30 menit atau bahkan lebih lama jika berada terlalu dekat dengan sumbernya.

Sehingga, efek tersebut sangat mengganggu dan memicu kepanikan para aksi massa, terutama dalam situasi yang menegangkan seperti demonstrasi.

 

Gejala Paparan Gas Air Mata

Gejala paparan gas air mata biasanya muncul juga dalam hitungan detik setelah terpapar.

Efeknya bisa berbeda pada setiap orang, namun ada beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai:

1. Mata

Mata adalah area yang paling rentan. Tentu akan terasa sangat perih, berair, dan sulit untuk dibuka hingga pandangan pun akan menjadi kabur.

2. Kulit

Kulit yang terkena secara kontak fisik maka akan terasa panas, perih, dan kemerahan.

3.  Pernapasan

Alur pernapasan bagian hidung pun menjadi meler mendadak, batuk, dan tenggorokan terasa kering atau perih.

4. Saluran Udara

Reaksi yang lebih serius pada saluran adalah bisa menimbulkan pernapasan yang sesak, dada terasa berat, dan napas yang cepat.

5. Gejala Lainnya

Akan terasa pusing, mual, bahkan rasa panik yang hebat karena sensasi sesak dan perih yang tiba-tiba.

Langkah Pencegahan Sebelum Terpapar

Ketika berada di lingkungan yang berpotensi terkena gas air mata, pencegahan adalah langkah yang paling tepat. 

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

1. Hindari Penggunaan Minyak, Lotion, dan Lensa Kontak: Bahan-bahan berbasis minyak dan lotion dapat menjebak partikel di kulit dan memperpanjang efek tidak baiknya.

2. Gunakan masker sebagai Pelindung Wajah dan Pernapasan: agar membantu menyaring sebagian partikel gas sehingga mengurangi paparan langsung.

 

 

4 Langkah Cepat Penanganan Saat Terkena Gas Air Mata

Jika kondisi sudah terlanjur terpapar, jangan panik dan lakukan langkah-langkah berikut:

1. Hindari Menggosok Mata

2. Segera jauhi dari Area yang Terpapar

3. Bersihkan Wajah dan Tubuh dengan air yang mengalir

4. Lepaskan Pakaian yang Terkontaminasi

Baca Juga: Presiden Kunjungi Korban Demonstrasi, Tegaskan Perlindungan Masyarakat dan Apresiasi Aparat

Penutup

Gas air mata memang bukan hanya merujuk pada kesehatan seseorang, tetapi juga tentang hak-hak sipil yang berwenang.

Dengan memahami cara melindungi diri dan mengamati aparat untuk bertindak sesuai aturan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Oleh karena itu, melalui pemahaman yang baik dan kesadaran hukum, kita bisa menjaga agar hak untuk menyampaikan pendapat tetap aman dan mengurangi kemungkinan terjadinya kekacauan tanpa mengorbankan keselamatan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#panduan lengkap #Langkah Cepat #odol #penanganan #terpapar #pencegahan #gas air mata