Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

IHSG Merosot Usai Pergantian Menkeu, Pasar Tuntut Kepastian Fiskal

Hanif PP • Rabu, 10 September 2025 | 09:51 WIB
Ilustrasi pergerakan harga saham di IHSG. Reshuffle Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Sadewo Bikin Pasar Saham berguncang dan IHSG anjlok.
Ilustrasi pergerakan harga saham di IHSG. Reshuffle Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Sadewo Bikin Pasar Saham berguncang dan IHSG anjlok.

PONTIANAK POST - Perombakan kabinet masih memicu sentimen negatif di pasar keuangan Indonesia. Pergantian menteri keuangan (menkeu) dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa dinilai menjadi pemicu utama. Karena itu, Menkeu Purbaya dituntut mampu meredam gejolak pasar dan memulihkan kepercayaan investor.

Hingga perdagangan ditutup pukul 16.00 WIB kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 138 poin atau 1,78 persen menjadi 7.628,6. Pelemahan ini melanjutkan hari sebelumnya, Senin (8/9) yang merosot 100,5 poin atau 1,28 persen ke posisi 7.766,85 

"Saham-saham perbankan besar menjadi penekan utama," ungkap Chief Economist Permata Bank Josua Pardede, kemarin (9/9). Dia menjelaskan, reaksi pasar merupakan respons wajar atas hilangnya jangkar kepercayaan yang selama ini dipegang oleh Sri Mulyani. Sebab, Ani --sapannya -- menjadi rujukan utama investor terhadap disiplin fiskal, mutu pengelolaan utang, dan komunikasi kebijakan.

Untuk meredam gejolak yang lebih dalam, Josua menekankan perlunya langkah cepat dan terukur dari pemerintah. Penting dilakukan penjelasan fiskal yang tegas tentang batas defisit, peta pembiayaan, serta prioritas belanja yang terukur. Pemerintah juga dipandang perlu menegaskan kembali peran dan kemandirian bank sentral agar pasar yakin penopang nilai tukar dan inflasi tidak berubah.

"Perbaiki komunikasi publik dan transparansi data sehingga pelaku pasar dapat mengambil keputusan dengan dasar yang jelas," tegas alumnus University of Amsterdam itu.

 

Pengusaha Berharap Konsistensi Kebijakan

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia maupun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, Purbaya memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menekankan pentingnya stabilitas sebagai landasan pertumbuhan. ”Dengan kestabilan ekonomi itu, pertumbuhan bisa tercapai. Kita kasih kesempatan dulu beliau tentunya untuk masuk kantor, menganalisa," ujarnya di Jakarta, kemarin (9/9).

Menurut Anindya, dunia usaha berharap Kemenkeu dapat mendorong pertumbuhan lebih baik, seiring program pemerintah yang tengah dijalankan. "Kami juga mendukung program pemerintah supaya pertumbuhan ekonomi bisa bangkit kembali," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menegaskan, bagi pengusaha, yang terpenting adalah konsistensi arah kebijakan, komitmen pada keberlanjutan reformasi struktural, koordinasi lintas kementerian, dan komunikasi yang terbuka dengan pelaku usaha. Menurut Shinta, stabilitas pasar dan kepercayaan investor harus terus dijaga. "Dengan itu, stabilitas pasar dan kepercayaan investor dapat terus terjaga sehingga perekonomian nasional tetap berada pada jalur yang sehat dan berdaya saing," tegasnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi atas peran Sri Mulyani dalam menjaga kredibilitas fiskal. "Dunia usaha juga menyambut baik penunjukan Bapak Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan," ungkapnya.

Serah Terima Jabatan

Serah terima jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa sudah dilaksanakan pukul 10.00, Senin (9/9). Ani yang datang bersama sang suami disambut meriah oleh para pegawai Kemenkeu. Dia menyatakan pamit dan berpesan jangan pernah lelah mencintai Indonesia.

"Ini merupakan suatu kehormatan dan juga privilege atau keistimewaan bagi saya. Yang diberikan kepercayaan, tugas, mengabdi, dan berbakti untuk bangsa dan negara. Membantu presiden terpilih untuk mencapai cita-cita Republik Indonesia," kata Ani di Gedung Juanda I, Kemenkeu.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu meminta publik  menghormati ruang pribadi kehidupannya. Sebab, kini jabatan negara sudah lepas dari pundaknya. "Mohon, mulai saat ini untuk menghormati ruang privasi atau ruang pribadi kami sebagai warga negara biasa. Salam sehat untuk seluruhnya dan sukses untuk semuanya yang hadir. Dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia," tandas Ani.

 

Purbaya Siap Teruskan Program Sri Mulyani

Menkeu Purbaya memandang Ani berprestasi luar biasa. Berhasil membangun fondasi yang kokoh untuk fiskal Indonesia selama menjabat sejak 2016 hingga 2025. Bahkan pada periode pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono di 2005-2010. "Mudah-mudahan saya bisa meneruskan," ujarnya.

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu membandingkan suasana kerja di institusi sebelumnya dengan Kemenkeu yang ternyata sangat berbeda. "Salah ngomong sedikit, sudah dipelintir sana-sini," imbuhnya.

Purbaya meminta publik untuk memberi kesempatan menunjukkan kinerjanya. Sebelum menghakimi terlalu cepat. "Jadi ke depan, tolong beri saya waktu untuk bekerja dengan baik. Nanti kalau udah berapa bulan, baru Anda kritik," tandasnya. (han/agf/oni)

Editor : Hanif
#sri mulyani #stabilitas #Purbaya #Merosot #pergantian #ihsg #pasar #menkeu #fiskal