Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Banjir di Bali Rusak Sekolah, Kelurahan, dan 13 Jalan Nasional, Satu Keluarga Hilang

Hanif PP • Jumat, 12 September 2025 | 09:39 WIB

 

DAMPAK BANJIR: Sejumlah kendaraan dan bangunan rusak akibat banjir yang melanda Pulau Bali, Rabu (12/9) kemarin. Sejumlah warga dibantu petugas polri dan TNI membersihkan lokasi yang terdampak banjir.
DAMPAK BANJIR: Sejumlah kendaraan dan bangunan rusak akibat banjir yang melanda Pulau Bali, Rabu (12/9) kemarin. Sejumlah warga dibantu petugas polri dan TNI membersihkan lokasi yang terdampak banjir.

PONTIANAK POST – Sejumlah sekolah di Jembrana, Bali, yang terdampak banjir diliburkan sementara. Langkah itu bertujuan memastikan keamanan siswa.

Sekolah memilih meliburkan siswa di antaranya SD di Desa Pengambengan dan Kelurahan Loloan Timur. Dua sekolah itu berada di daerah terdampak banjir cukup parah. Bahkan, hingga kemarin(11/9), masih ada satuan pendidikan yang terendam air, seperti SDN 1 Pengambengan.

Sebagian sekolah di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag) juga ada yang memilih meniadakan pembelajaran. Sejak Rabu (10/9), murid diminta belajar di rumah masing-masing dibimbing orang tua. Setiap siswa juga diberikan tugas.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra mengatakan, pihaknya memang meliburkan siswa di daerah yang terdampak banjir. ”Kami berikan izin pembelajaran online bagi sekolah yang terdampak banjir,” paparnya.

Menurut Saputra, selain masih terendam air, juga ada sekolah yang belum dibersihkan dari sampah dan lumpur yang hanyut terbawa banjir.

 

Kelurahan-Pustu Dauh Puri Rusak

Kelurahan dan puskesmas pembantu (pustu) Dauh Puri, Denpasar, rusak karena banjir. Di kantor kelurahan, banjir merusak komputer yang berisi data-data kependudukan serta mesin anjungan disdukcapil. Selain itu, laptop pegawai dan printer juga terendam air. ”Semua perangkat komputer terdampak. Bisa dilihat airnya,” ucal Sekretaris Lurah Daur Puri Wayan Diani kemarin. Kelurahan bakal mencari tempat yang representatif supaya segera bisa melayani masyarakat.

Pustu Dauh Puri di samping kelurahan juga berantakan karena terkena banjir. Setelah genangan surut, tempat itu dipenuhi lumpur. Obat-obat dan alat medis dipastikan tak bisa lagi digunakan karena terendam air.

Kepala Disdukcapil Denpasar Dewa Gde Juli Artabrata menyatakan, banyak dokumen adminduk  yang hilang akibat banjir besar. Pihaknya telah berkoordinasi dengan lurah  untuk mendata warganya yang kehilangan dokumen adminduk dengan cara dibuatkan surat permohonan untuk penerbitan kembali dokumen-dokumen yang hilang. ” Yang ingin mendapatkan pelayanan adminduk agar petugas registrasi di kelurahan menghubungi langsung kami diketahui oleh kepala lingkungannya masing-masing,” paparnya. Kebijakan itu berlaku untuk desa/kelurahan lainnya.

13 Jalan Nasional Lumpuh

Banjir yang menerjang Bali sempat membuat 13 jalan nasional lumpuh. Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mengerahkan alat berat dan tim tanggap darurat untuk membuka akses yang terdampak banjir.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, pihaknya memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang terdampak banjir. ”Kementerian PU akan memberikan dukungan penuh dalam menangani dampak banjir di Bali,” ujarnya.

Tiga belas titik jalan nasional yang terdampak itu di antaranya Underpass Simpang Dewaruci, Jalan Kargo Km 4+800 Denpasar, dan Jalan Kargo Km 5+100 Denpasar. Kementerian PU juga telah menyiahakan tim reaksi cepat selama 24 jam di lokasi bencana, serta alat berat dan bahan material apabila diperlukan.

Menurut Dody, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim Bali bekerja sama dengan TNI-Polri untuk menangani dampak banjir. Petugas mengoperasikan delapan unit pompa eksisting secara bergilir, serta mengerahkan dua unit pompa mobile guna mempercepat genangan surut. Dari hasil pantauan tim BWS Bali Penida, ketinggian air di Waduk Muara yang sebelumnya mencapai 190 cm, telah turun menjadi 130 cm. ”Hasil pantauan ini menjadi indikator bahwa situasi banjir mulai terkendali,” paparnya.

Satu Keluarga Hilang

Banjir yang terjadi di Perumahan Permata Residence, Lingkungan Gadon, Kelurahan Mengwitani, Kecamatan Mengwi, menyisakan kepedihan mendalam. Pasalnya, satu keluarga yang tinggal di bantaran sungai hilang dan belum ditmukan hingga kemarin.

Korban yang hilang yakni Rio Hatnar Boelan (56), Sewi Ratnawati Soenarjo (57), dan Riviere Timothy George Wicaksono Boelan (23). Ketiganya hilang pasca banjir yang terjadi pada Rabu (10/9).

Anak korban, Ruth mengatakan,  pada Rabu (10/9), sekitar pukul 02.00 WITA, dia melihat status media sosial adiknya menunjukkan banjir setinggi mata kaki. ”Tapi, karena sudah pernah banjir di sini, saya anggap biasa, oh nanti paling surut. Tapi, sorenya saya dikabarin kalau rumah sudah roboh,” ujarnya.

Dia mencoba menghubungi orang tuanya setelah mendengar kabar tersebut. Namun, tidak tersambung. Ruth mengira, listrik padam, sehingga HP orang tuanya tidak ada sinyal. Ternyata, keluarganya telah hilang. ”Yang tinggal di sini papa, mama, dan adik saya yang laki laki. Saya datang ke sini sudah dalam kondisi gelap,” ungkapnya.

Pencarian Korban

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, korban banjir yang meninggal berjumlah 14 orang. Saat ini, tim masih mencari dua orang yang belum ditemukan. ”Kemarin malam (Rabu,red) angkanya masih 10. Alhamdulilah tim  gabungan sudah mencari dan berhasil siang ini empat ditemukan di sekitaran Pasar Badung. Masih ada dua, kami mohon doanya,” ucapnya.

PBD Provinsi Bali menginformasikan 562 warga mengungsi. Perinciannya 327 warga di Kabupaten Jembrana dan 235 warga di Kota Denpasar. Fasilitas umum, seperti sekolah, balai desa, musala, dan banjar, dimanfaatkan sebagai pos pengungsian sementara.

Lebih lanjut, Suharyanto menegaskan, status tanggap darurat sudah dikeluarkan oleh Gubernur Provinsi Bali selama sepekan. Dengan adanya status itu, pemerintah dapat memberikan bantuan. ”Kami segera turun ya, BNPB hari ini dari mulai tadi malam. Kami sudah hadir memimpin rapat,” ujarnya. (bas/feb/dwi/uli/dra/esa/idr/aph)

 

Editor : Hanif
#bali #bnpb #pembelajaran online #banjir #pasar badung #jembrana