PONTIANAK POST - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut, Erick Thohir dipindahtugaskan dari Menteri BUMN menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dengan target tak hanya membawa sepak bola ke pentas dunia. Tapi, juga semua cabang olahraga diharapkan bisa naik ke kelas dunia.
“Semua tahu Pak Erick Thohir punya pengalaman panjang di dunia keolahragaan,” kata Prasetyo setelah pelantikan di Istana Negara, Jakarta, kemarin (18/9).
Selain menjadi ketua umum PSSI sejak 16 Februari 2023, Erick tercatat pernah menjadi Chief de Mission kontingen Indonesia di Olimpiade London 2012, ketua pelaksana Asian Games 2018, serta ketua umum Komite Olimpiade Indonesia 2015–2019. Dia juga memiliki Mahaka Group yang menaungi Satria Muda, tim tersukses di Indonesian Basketball League dengan 11 gelar juara.
Djoko Pekik Irianto, guru besar di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Yogyakarta, menilai kalu Erick pilihan tepat di antara sejumlah nama yang pernah dikabarkan bakal menjadi Menpora baru pengganti Dito Ariotedjo. Sebelumnya, Putri Komarudin, Moreno Soeprapto, Raffi Ahmad, Taufik Hidayat, hingga James Karnadi memang sempat ramai disorot.
“Beliau (Erick) lebih cocok karena punya pengalaman di manajemen keolahragaan. Saya kira itu modal mengangkat prestasi Indonesia di level dunia,” kata Djoko saat dihubungi Jawa Pos, kemarin (18/9).
Sumber Jawa Pos menyebutkan, dari semua kandidat menpora, mengerucut kepada Erick dan James di babak akhir. “Tapi, memang (James) masih butuh validasi publik,” ungkap sumber tersebut.
Tantangan besar sudah menunggu Erick. Akhir tahun ini bakal dihelat SEA Games, di mana Indonesia tak pernah juara umum sejak 2011. Sedangkan bulan depan, tim nasional sepak bola akan menjalani playoff babak keempat untuk memperebutkan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.
Menunggu FIFA
Lantas, dengan jabatannya sebagai Menpora, apakah Erick harus mundur dari kepemimpinannya di PSSI? “Tidak ada aturan yang melarang, baik perundangan maupun Statuta PSSI,” sebut Djoko yang juga Ketua Umum KONI Jogjakarta itu.
Seusai dilantik, Erick mengaku belum bisa bicara banyak tentang dua jabatan yang dia rangkap: sebagai Menpora dan Ketua Umum PSSI. Dia akan bersurat ke induk Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
“Itu FIFA yang atur, biar FIFA yang bersurat. Semua aturan dari FIFA,” katanya.
Sebelumnya, Erick sebenarnya juga sudah merangkap jabatan: sebagai Menteri BUMN dan Ketua Umum PSSI. Dan, FIFA tidak pernah mempermasalahkan. (raf/ttg)
Editor : Hanif