Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dito Titip Penguatan Atlet, Erick Thohir Dorong Road Map Olahraga Indonesia 2045

Hanif PP • Jumat, 19 September 2025 | 10:09 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (kanan) menerima memori jabatan dari pejabat lama Dito Ariotedjo (kiri) usai penandatanganan naskah serah terima jabatan di Kantor Kemenpora.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (kanan) menerima memori jabatan dari pejabat lama Dito Ariotedjo (kiri) usai penandatanganan naskah serah terima jabatan di Kantor Kemenpora.

PONTIANAK POST – “Pak Roy Suryo, ijazahnya Pak Erick (Thohir) aman, Pak,” canda Dito Ariotedjo di sela menyampaikan sambutan dalam serah terima jabatan (sertijab) menteri pemuda dan olahraga (Menpora) kemarin (18/9). Roy dan seluruh hadirin di acara yang berlangsung di Wisma Kemenpora, Jakarta, itu pun langsung tergelak.

Roy salah satu figur yang getol mempertanyakan keaslian ijazah Strata-1 mantan Presiden Joko Widodo dari Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta. Candaan Dito disampaikan ketika menyebut satu per satu para mantan Menpora yang hadir.

“Tepuk tangan untuk Pak Roy Suryo,” lanjut Dito, masih dalam senyum yang mengembang.

Roy diundang dalam sertijab dari Dito ke Erick dalam kapasitas sebagai mantan Menpora. Selain Roy yang menjabat pada 2013–2014, sejumlah mantan Menpora lain yang hadir adalah Hayono Isman (1993–1998), Agung Laksono (1998–1999; 2012–2013), Andi Malarangeng (2009–2012), dan Zainudin Amali (2019–2023). Hanya Imam Nahrawi (2014–2019) yang tak tampak.

Dito mengaku lega karena mengetahui penggantinya, Erick, adalah orang yang dianggapnya tak perlu dipertanyakan lagi kompetensinya di dunia olahraga. “Jangan takut, gayanya mirip tapi mungkin lebih galak karena beliau orang Lampung, saya Solo,” tuturnya, kembali disambut tawa semua yang hadir.

Politikus Partai Golkar itu juga mengaku beruntung di 11 bulan terakhir didampingi Wamenpora Taufik Hidayat, perebut emas tunggal putra badminton di Olimpiade Athena 1994. “Saya merasa dia adalah wamen terbaik, meskipun ada selisih pendapat, kami selalu menyelesaikan dengan diskusi,” ujarnya.

Selama kepemimpinannya, dia mengklaim melakukan penguatan internal Kemenpora dari segi pendidikan dan pelatihan. Penguatan sumber daya manusia ini pula yang dia titipkan kepada Erick.

“Saya yakin, di tangan dingin Pak Erick, olahraga semakin bagus. Meskipun Pak Erick ketua umum PSSI, mudah-mudahan olahraga lainnya juga diperhatikan. Semoga keberuntungan Pak Erick sebagai Menpora membawa peringkat dan perolehan medali kita di SEA Games meningkat,” ujarnya.

 

Target Bersama

Tentang tuntutan membagi perhatian yang sama besarnya antara sepak bola dengan cabang olahraga (cabor) lain, Erick menjamin akan melakukan itu. Mantan Menteri BUMN tersebut menyebutkan kalau dirinya pernah menjabat Ketua Umum Perbasi (basket) dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia.

“Semua itu sudah pernah, jadi don’t worry. Kami juga pernah punya Asian Games (2018) yang sangat sukses. Jadi, saya rasa, jangan pertanyakan keberpihakan saya di olahraga karena track record saya di olahraga sangat baik,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Jakarta–Palembang tersebut.

Mantan Presiden klub Italia Inter Milan itu menambahkan, dengan Taufik Hidayat pun dirinya pernah bekerja sama dalam Olimpiade London 2012. Saat itu, Erick menjabat sebagai chief de mission dan Taufik masih aktif sebagai pebulu tangkis.

“Saya hadir di sini tidak mau memimpin, tapi mau melayani, mengayomi. Kami harus introspeksi, menyatukan diri, targetnya apa, jadi bukan target saya, target sama-sama,” ucapnya.

Selain itu, Erick juga mengajak para Menpora sebelumnya untuk ikut membedah road map. “Jangan ganti Menpora, ganti road map. Lebih baik kita sepakati bersama road map olahraga Indonesia 2045 seperti apa,” ujarnya.

Tantangan terdekat Erick adalah perhelatan SEA Games Thailand pada Desember 2025. Namun, Erick belum bisa berbicara banyak tentang persiapan Indonesia ke ajang multievent terbesar se-Asia Tenggara itu.

“Saya baru dihubungi Pak Setkab (sekretaris kabinet) kemarin (17/9), jadi saya masih blank. Walaupun saya bukan orang yang tidak kenal olahraga, tapi kan programnya Pak Dito harus saya compare. Nanti kami paparkan kalau sudah rapim (rapat pimpinan) minggu depan,” katanya.

 

Presiden FIFA Beri Selamat

Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan ucapan selamat kepada Erick atas terpilihnya dia sebagai menpora. Pria Italia itu menyebut, sebagai ketua umum PSSI, Erick telah menjalankan tugas dengan sangat baik.

“Saya yakin dia akan membawa kepemimpinan dan visi ke jabatan dia yang baru. Selamat, sahabatku, semoga berhasil membawa olahraga ke segala penjuru dan mengenalkan sepak bola ke tiap buyung dan upik di Indonesia,” tulis Infantino di akun Instagram pribadi.

Infantino tak menyinggung soal rangkap jabatan Erick. Mengingat sebelumnya Erick juga sudah merangkap sebagai menkeu dan ketua umum PSSI, bisa diasumsikan kalau FIFA tak menganggap itu sebagai masalah. Selesai dilantik di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (17/8), Erick mengaku juga sudah berkirim surat ke FIFA.

Erick berterima kasih atas dukungan Infantino. “Semoga sinergi antara FIFA dan Indonesia ini terus berkembang dan berkontribusi pada perkembangan sepak bola global,” kata ketua umum PSSI sejak 16 Februari 2023 tersebut. (raf/ttg)

Editor : Hanif
#menpora #sertijab #Erick Thohir #dito ariotedjo #Sambutan