Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kalbar Maju: Membangun Sinergi Menuju Kemakmuran di Garis Khatulistiwa

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 19 September 2025 | 13:34 WIB

 

Prof. Thamrin Usman.
Prof. Thamrin Usman.

KALIMANTAN Barat, provinsi yang terletak tepat di garis khatulistiwa, menyimpan potensi luar biasa: kekayaan alam yang melimpah dan posisi geografis yang strategis.

Dari perbukitan mineral tambang hingga hamparan perkebunan sawit, dari garis pantai yang membentang utara–selatan hingga keberagaman masyarakat multietnik, Kalbar adalah laboratorium hidup bagi pembangunan berkelanjutan dan inovasi sosial-ekonomi.

Namun potensi itu hanya akan menjadi kenyataan bila tersedia visi realistis, sinergi antarlembaga, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Semua pihak harus mampu menghindari jebakan “Politik Layang-Layang Putus”—perebutan kekuasaan sengit yang berakhir tanpa hasil nyata dan justru merugikan pembangunan daerah.

 

Politik Layang-Layang Putus di Era Globalisasi

Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, para pemimpin eksekutif, legislatif, yudikatif, dan aparat penegak hukum harus terbuka terhadap gagasan baru.

Pandangan kaku yang terjebak dalam perebutan kekuasaan ala “layang-layang putus” hanya akan menjerat Kalbar dalam stagnasi. Sebaliknya, kepemimpinan progresif dan visioner akan melahirkan kebijakan adaptif, responsif, dan inovatif.

Politisi dan birokrat memikul tanggung jawab besar: melihat kemajuan bukan semata angka pertumbuhan ekonomi, melainkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang merata, adil, dan berkelanjutan secara ekologis.

Pemerintah daerah perlu menegakkan prinsip good governance—transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik—agar tidak terjebak pertarungan politik tanpa makna.

 

Aparat Penegak Hukum

Peran aparat penegak hukum (APH) menjadi pilar keadilan sekaligus penopang kepastian hukum.

APH Kalbar diharapkan bertugas tegas dan adil tanpa diskriminasi, memberantas korupsi, serta menjaga iklim yang aman bagi investasi. Kepastian hukum adalah fondasi utama agar roda perekonomian bergerak stabil.

 

Cendekiawan dan Akademisi

Cendekiawan serta akademisi memiliki peran strategis dalam menghasilkan pengetahuan relevan dan aplikatif. Riset teknologi pertanian berkelanjutan, pengolahan sawit ramah lingkungan, dan ekstraksi mineral hijau perlu terus dikembangkan.

Kolaborasi antara universitas, lembaga penelitian, pemerintah, dan sektor swasta penting agar inovasi dapat diterapkan nyata. Di saat yang sama, kalangan intelektual wajib mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan keadilan sosial.

 

Masyarakat yang Proaktif

Masyarakat Kalbar tidak boleh sekadar menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek utama. Dengan pendidikan memadai dan keterbukaan informasi, warga dapat mengawal pembangunan, melakukan kontrol sosial, dan memperkuat demokrasi lokal.

Forum dialog, musyawarah desa, dan gerakan sosial akan memperkokoh kebersamaan sekaligus memastikan kebijakan berpihak pada rakyat.

 

Data Ekonomi Kalbar

Data triwulan I 2025 menunjukkan optimisme perekonomian Kalbar. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,00% year on year (yoy), melampaui rata-rata nasional dan menempatkan Kalbar sebagai salah satu provinsi terdepan di Kalimantan.

Sektor perdagangan, pertanian, dan industri pengolahan menjadi motor utama, sementara konsumsi rumah tangga tumbuh 5,19% yoy—menegaskan daya beli masyarakat.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalbar pada periode tersebut tercatat Rp79,06 triliun (harga berlaku). Kontribusi ekspor bersih 3,72% menegaskan peran ekspor dalam menguatkan ekonomi daerah.

Inflasi pun terkendali di 0,04% yoy (Februari 2025), menciptakan stabilitas harga yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan iklim investasi. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kalbar sepanjang 2025 berada di kisaran 4,7–5,5% dengan inflasi 2,5% ±1%.

 

Menuju Kalbar Maju

Kemajuan Kalbar hanya terwujud jika seluruh pemangku kepentingan—pemerintah daerah, legislatif, aparat hukum, cendekiawan, dan masyarakat sipil—bersinergi harmonis.

Kesatuan visi dan integrasi kebijakan lintas sektor menjadi kunci perencanaan pembangunan inklusif, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kalbar berpeluang besar bertransformasi dari daerah sumber daya menjadi daerah kemakmuran yang maju, mandiri, dan berdaya saing—asal terhindar dari perang politik kosong ala “layang-layang putus”.

Dengan garis khatulistiwa sebagai simbol keseimbangan alam dan kehidupan, Kalbar layak menjadi contoh pembangunan berkelanjutan bagi Indonesia.

Kini saatnya para pemimpin dan seluruh elemen masyarakat menyatukan hati dan pikiran, membuka diri untuk berinovasi, dan bekerja bersama dalam sinergi tulus demi mewujudkan Kalbar Maju: Berdaulat, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.

____

Oleh: Thamrin Usman

Guru Besar Kimia Agroindustri Universitas Tanjungpura, Ketua Wanhat ICMI Orwil Kalbar, dan Ketua Hebitren Kalbar

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#maju #kalbar #sinergi #thamrin usman #Politik