PONTIANAK POST - Banyak orang tua merasa cemas ketika anak mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut) atau GTAM (Gerakan Tidak Mau Makan).
Fenomena ini merujuk pada kondisi ketika si kecil menolak makan atau menutup mulut saat disodori makanan, sehingga asupan nutrisi menjadi tidak optimal.
Apabila berlangsung terus-menerus, hal ini bisa mempengaruhi berat badan, tinggi badan, daya tahan tubuh, hingga kemampuan konsentrasi mereka di sekolah.
Menurut data rujukan dari Canada’s Food Guide dan MyPlate (USDA), masalah GTM umumnya bukan sekadar karena anak “nakal” atau “pilih-pilih”, tetapi lebih sering terkait dengan kebiasaan makan, pola asuh, atau suasana yang tidak mendukung.
Bahkan, faktor seperti rasa bosan terhadap menu, kelelahan, atau kebiasaan ngemil sebelum jam makan utama dapat membuat si kecil kehilangan nafsu makan.
Meningkatkan selera makan anak membutuhkan kesabaran, kreativitas, serta pemahaman mengenai kebutuhan gizi sesuai usia.
Orang tua disarankan untuk menciptakan pengalaman makan yang menyenangkan, menyusun jadwal yang teratur, dan menyajikan makanan yang bervariasi baik dari segi rasa, warna, maupun tekstur.
Dengan langkah yang tepat, anak tidak hanya mau makan, tetapi juga belajar mengenali rasa lapar, kenyang, serta pentingnya makanan bergizi untuk tubuhnya.
Langkah-Langkah Lengkap Meningkatkan Nafsu Makan Anak
Berikut langkah-langkah untuk meningkatkan nafsu makan si kecil yang bisa diterapkan:
1. Menetapkan Jadwal Makan yang Konsisten
Buat waktu makan yang teratur, tiga kali makan utama dan dua kali camilan sehat setiap hari.
Hindari memberikan susu, jus, atau camilan tinggi gula terlalu dekat dengan jam makan karena dapat membuat perut balita cepat kenyang.
Menurut Canada’s Food Guide, rutinitas makan membantu anak mengenali kapan waktunya makan, kapan waktunya bermain, dan kapan harus berhenti ngemil.
2. Sajikan Makanan dengan Porsi yang Tepat
Mulailah dengan porsi kecil sesuai usia. Jika anak masih lapar, beri kesempatan untuk meminta tambahan.
Sajian yang terlalu banyak sering membuat anak merasa tertekan. Penggunaan piring kecil yang sesuai dengan kelompok usia agar balita merasa lebih nyaman.
Porsi yang pas juga mengajarkan si kecil untuk mengenali rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Mengadopsi Anak Secara Resmi Agar Sah di Mata Hukum
3. Libatkan si kecil dalam Pemilihan dan Persiapan Makanan
Ajak balita memilih bahan makanan sehat saat berbelanja, seperti buah, sayur, atau sumber protein.
Biarkan mereka membantu menyiapkan makanan, misalnya mencuci sayur, mengaduk adonan, atau menata buah di piring.
Keterlibatan ini, menurut Canada’s Food Guide, dapat meningkatkan rasa penasaran anak terhadap makanan dan membuat mereka lebih antusias untuk mencobanya.
4. Ciptakan Suasana Makan yang Nyaman dan Bebas Gangguan
Jadikan waktu makan sebagai momen keluarga. Hindari televisi, ponsel, atau mainan di meja makan agar balita fokus pada makanan.
Duduk bersama dan makan dengan santai membantu si kecil merasa lebih tenang dan menikmati proses makan.
Orang tua sebaiknya menghindari nada suara yang memaksa atau ancaman ketika anak menolak makan.
5. Variasikan Menu dan Tampilan Hidangan
Perkenalkan berbagai jenis makanan dengan warna, rasa, dan tekstur yang berbeda. Misalnya, wortel oranye dipadukan dengan brokoli hijau atau potongan ayam dengan saus rendah garam.
Campurkan bahan yang sudah disukai balita dengan makanan baru agar penerimaan mereka lebih mudah.
MyPlate menyarankan agar dalam setiap hidangan ada unsur dari lima kelompok makanan: sayur, buah, protein, biji-bijian, dan susu.
Baca Juga: Dampak Negatif Strict Parenting bagi Perkembangan Anak, Bisa Membuat Mereka Memberontak
6. Perkenalkan Makanan Baru Secara Bertahap
Jangan khawatir jika si kecil menolak makanan baru pada percobaan pertama. Menurut penelitian yang dirujuk Canada’s Food Guide, anak mungkin butuh 8–15 kali percobaan sebelum akhirnya menerima rasa baru.
Sajikan makanan baru dalam porsi kecil di samping makanan favorit mereka agar lebih menarik.
Baca Juga: Jangan Salah Asuh! Inilah 5 Prinsip Parenting yang Terbukti Membuat Anak Tumbuh Cerdas dan Bahagia
7. Jadilah Contoh yang Baik
Si kecil cenderung meniru perilaku orang tua. Tunjukkan kebiasaan makan sehat dengan menikmati sayur, buah, dan makanan bergizi lainnya di depan mereka.
Sikap positif saat makan akan membuat anak melihat bahwa mengkonsumsi makanan sehat
8. Perhatikan Keseimbangan Antara Makanan dan Aktivitas Fisik
Dorong balita untuk aktif bergerak, bermain di luar ruangan, atau melakukan olahraga ringan. Aktivitas fisik dapat merangsang rasa lapar secara alami.
Pastikan si kecil cukup istirahat, karena kurang tidur bisa menurunkan selera makan. (*)
Editor : Miftahul Khair