Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Menag Luncurkan HSN 2025 di Tebuireng, Fokus pada Pemberdayaan dan Mutu Pesantren

Hanif PP • Selasa, 23 September 2025 | 09:48 WIB

 

HARI SANTRI: Menag Nasaruddin Umar bersama pengasuh dan santri pesantren Tebuireng.
HARI SANTRI: Menag Nasaruddin Umar bersama pengasuh dan santri pesantren Tebuireng.

PONTIANAK POST – Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim, kemarin (22/9). Prosesi pembukaan itu dilakukan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, bersama para kyai, santri, serta tokoh pendidikan pondok pesantren (ponpes). Puncak acara dihelat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Nasaruddin mengatakan, peringatan Hari Santri 2025 akan dihelat dengan berbagai kegiatan skala nasional di antaranya musabaqah antar-pesantren, forum ilmiah, hingga puncak peringatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). ”Mudah-mudahan nanti bapak presiden bisa hadir di puncak acara. Kita lihat perkembangan ke depan,” ujarnya.

Menurut Menag, ponpes memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Sejak lahirnya Undang-Undang (UU) Pesantren, ponpes telah mencatat banyak prestasi dan menemukan jati diri. ”Santri sekarang bukan hanya jadi guru atau pimpinan pondok. Mereka sudah masuk ke kelas ekonomi, diplomat, militer, polisi, dan berbagai sektor penting lainnya,” tegasnya.

Keberadaan santri di berbagai institusi pemerintah dan swasta itu, kata Nasaruddin, membuktikan ponpes  mampu mencetak sumber daya unggul. ”Karena itu, mari kita ciptakan kondisi yang baik untuk bangsa ini. Kita harap pesantren bisa berkontribusi dalam menyejukkan kehidupan berbangsa,” paparnya.

 

Perhatian Pemerintah

Menag menilai, isu penting ke depan adalah pemberdayaan dan peningkatan mutu ponpes. Bila mutu bagus, otomatis mandiri. Namun, lanjut Nasaruddin, kemandirian itu bukan berarti pesantren tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. ”Kemandirian itu tidak boleh hilang. Tapi bukan berarti tidak perlu perhatian. Pemerintah tetap memberi perhatian khusus, buktinya kita punya UU Pesantren,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen, Kemenag  membentuk Direktorat Jenderal Pesantren. ”Insya Allah tidak lama lagi akan keluar aturan yang menegaskan bahwa ponpes akan diurus oleh pejabat eselon I. Ini bukti bahwa pesantren mendapat tempat strategis dalam sistem pendidikan nasional,” ucapnya.

 

Penguatan SDM

Selain peluncuran logo HSN, kemarin juga digelar sejumlah kegiatan seperti Gerakan Nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Gerakan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah pesantren besar, yakni Tambakberas, Denanyar, Peterongan, dan Tebuireng.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan,  momentum HSN harus dimaknai sebagai penguatan ponpes. Peran santri dalam pendidikan sangat besar. Terutama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. ”Maka penting penguatan SDM pesantren. Ini terus diupayakan,” ujarnya.

Menurut dia, penguatan SDM akan mendorong santri lebih mandiri. Sehingga, mereka bisa turut serta memajukan bangsa.

Satu dekade HSN tahun ini mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia. Asa beberapa acara yang dilaksanakan, seperti apel bersama, pameran produk pesantren, penghijauan dan doa bersama. (fid/naz/hen/aph)

Editor : Hanif
#tebuireng #hsn #mutu pesantren #menag #tmii #Pemberdayaan