Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sutarmidji Kritik Penanganan Kasus Korupsi, Desak Hukum Transparan di Kalbar

Idil Aqsa Akbary • Rabu, 24 September 2025 | 10:06 WIB

 

Sutarmidji
Sutarmidji

PONTIANAK POST - Gubernur Kalbar periode 2018–2023, Sutarmidji, angkat bicara soal penanganan kasus korupsi di Kalbar. Politisi Partai Nasdem itu mengajak masyarakat bersama-sama menyuarakan gerakan antikorupsi demi mewujudkan pemerintahan yang bersih.

“Saya mengajak semua pemantau, penggerak anti korupsi, dan masyarakat Kalbar untuk menyuarakan, dan berjuang agar Kalbar bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tegasnya, Selasa (23/9).

Midji, sapaan karibnya menekankan bahwa aparat penegak hukum harus menegakkan hukum secara transparan, humanis, dan bebas dari intervensi politik. Menurutnya, masih ada kasus korupsi yang terkesan dipaksakan meski bukti lemah, sementara kasus dengan fakta persidangan yang jelas justru dibiarkan.

“Buka semua kasus korupsi di Kalbar, jangan ditutup-tutupi. Fakta-fakta persidangan harus ditindaklanjuti oleh penuntut. Ada beberapa kasus yang jelas keterlibatan seseorang, tapi aparat tutup mata. Sebaliknya, kasus yang masih sumir malah dipaksakan,” kritiknya.

Ia juga menegaskan dukungan terhadap arahan Jaksa Agung agar penegakan hukum dijalankan secara humanis. Midji menilai Kalbar tidak akan maju bila praktik koruptif dibiarkan tanpa penindakan tegas. “Kasus korupsi banyak yang jadi ‘mainan’, bikin masyarakat tidak percaya pada institusi hukum,” ujar mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu.

Midji pun mengajak masyarakat melaporkan setiap praktik korupsi di berbagai bidang. Ia berharap partisipasi publik bisa memperbaiki indeks persepsi korupsi di Kalbar. 

“Ayo masyarakat Kalbar suarakan jika mengetahui praktik-praktik korupsi. Kita buat indeks persepsi korupsi semakin baik,” pungkasnya.(bar)

Editor : Hanif
#kritik #kalbar #transparan #intervensi politik #penanganan kasus korupsi #sutarmidji