Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Warga Pontianak Minta Feri Segera Beroperasi

Mirza Ahmad Muin • Minggu, 28 September 2025 | 19:05 WIB
BELUM BEROPERASI: Plang informasi tidak beroperasinya penyeberangan Feri Bardan-Siantan terpasang di pintu masuk penyeberangan. Sudah hampir sebulan penyeberangan feri belum beroperasi sehingga warga
BELUM BEROPERASI: Plang informasi tidak beroperasinya penyeberangan Feri Bardan-Siantan terpasang di pintu masuk penyeberangan. Sudah hampir sebulan penyeberangan feri belum beroperasi sehingga warga

 

PONTIANAK POST — Terhentinya pengoperasian kapal penyeberangan, feri rute Bardanadi-Siantan dan sebaliknya turut berdampak pada alur transprortasi di Kota Pontianak. Keluhan bagi pengguna jasa tersebut begitu banyak. Kini mereka berharap, pengoperasian feri dapat segera berjalan.

Iwan pengguna feri  penyeberangan menuturkan dengan terhentinya pengoperasian feri turut berpengaruh pada dirinya yang keseharian menggunakan trasnportasi penyeberangan itu.

Menurutnya, jika harus melalui jembatan Kapuas I dan Jembatan Landak akan memakan waktu lumayan. Sehingga feri menjadi alternatif untuk dirinya ke tempat tujuan.

Begitu pula ketika dia harus pulang dari Siantan ke arah kota, jika mesti melalui Jembatan khususnya waktu sore kadang juga macet. Belum lagi rasa lelah sehabis bekerja seharian sedikit banyak mengurangi konsentrasinya ketika berkendara. Oleh sebab itu, dia lebih memilih menggunakan feri sembari istirahat

Hal senada juga dikatakan pengguna Feri lainnya Pian. “Mudah-mudahan pengoperasian kapal feri segera kembali normal. Ini sudah cukup lama tak beroperasi, sehingga kami yang keseharian menggunakan feri juga merasa berat harus mutar jauh lewat jembatan Kapuas,” keluhnya.

Pemkot Pontianak selaku pemberi izin pengoperasian di sana, hendaknya bisa melakukan koordinasi dengan pihak ke tiga selaku pemilik jasa feri penyeberangan ini. Jika kerusakan sudah semakin lama, ada baiknya pihak perusahaan tersebut mendatangkan kapal feri cadangan. Dengan demikian kekosongan pelayanan feri tidak berlangsung lama.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin minta pihak jasa penyedia transportasi penyeberangan feri untuk dapat kembali memberikan pelayanan seperti biasa. Sebab dia cukup banyak menerima keluhan masyarakat terkait dengan terhentinya pelayanan feri ini.

Menurutnya, jika pelayanan feri sudah semestinya memiliki kapal cadangan. Tujuannya untuk mengantisipiasi kejadian saat ini dimana feri tidak beroperasi. Jika kerusakan kapal semakin beralrut maka pelayanan penyeberangan juga akan terganggu.

Utamanya truk-truk yang menjadikan feri sebagai kendaraan tranportasi utama penyeberangan. Namun, karena feri tak beroperasi maka mereka juga harus menggunakan Jembatan Kapuas II baik untuk berkirim barang atau mengambil barang. (iza)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Feri #Transportasi #pontianak #stop operasi #sungai kapuas