Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dewan Pers Desak Pemulihan Akses Liputan Wartawan CNN di Istana

Hanif PP • Senin, 29 September 2025 | 10:13 WIB
Doorstop Presiden Prabowo Subianto di Jakarta setiba lawatan dari empat negara.
Doorstop Presiden Prabowo Subianto di Jakarta setiba lawatan dari empat negara.

PONTIANAK POST - Dewan Pers (DP) ikut angkat suara pencabutan ID liputan di Istana RI 1 untuk wartawan CNN. Pihak Istana RI 1 diminta untuk memulihkan akses liputan yang bersangkutan. Jangan sampai ada upaya menghambat tugas jurnalistik.

Pernyataan Dewan Pers itu disampaikan secara tertulis oleh Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat. Dalam surat tertanggal 28 September itu, Dewan Pers menerima pengaduan terkait pencabutan ID Card reporter CNN Indonesia yang bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan.

"Sehubungan dengan hal tersebut, Dewan Pers kembali mengingatkan semua pihak untuk menjunjung tinggi pelaksanaan kemerdekaan pers yang dijalankan oleh wartawan atau jurnalis di mana pun bertugas," jelas Kamarudin dalam suratnya.

Dewan Pers lantas menyampaikan empat poin dalam surat tersebut. Pertama Biro Pers Istana sebaiknya memberikan penjelasan mengenai pencabutan ID Card wartawan CNN Indonesia. Supaya tidak menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik di lingkungan Istana.

Poin yang kedua, Dewan Pers menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati tugas dan fungsi pers yang mengemban amanah publik. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berikutnya Dewan Pers mengharapkan agar kasus ini maupun kasus serupa tidak terulang di masa mendatang. Demi terjaganya iklim kebebasan pers di Indonesia. Poin yang terakhir, Dewan Pers meminta agar akses liputan wartawan CNN Indonesia yang dicabut segera dipulihkan. Sehingga yang bersangkutan dapat kembali menjalankan tugas jurnalistiknya di Istana.

Diberitakan sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan pesan pamit jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia dari grup pesan aplikasi WhatsApp Istana Kepresidenan. Pesan berantai itu diduga tersebar dari grup wartawan Istana Kepresidenan.

Diana diduga tidak boleh melakukan kegiatan peliputan usai bertanya kepada Presiden Prabowo Subianto soal permasalahan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertanyaan itu dilontarkan Diana saat Presiden Prabowo tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (28/9). (wan)

Editor : Hanif
#istana #dewan pers #akses #cnn #kebebasan pers #liputan