Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Viral Cuci Tray MBG Pakai Air Kotor, Dapur di Cipatat, Bandung Barat Ditutup! Netizen Soroti SDM Minim Edukasi

Syeti Agria Ningrum • Jumat, 3 Oktober 2025 | 13:01 WIB
Tray MBG yang dicuci di air kotor, dapur di Cipatat, Bandung Barat ditutup.
Tray MBG yang dicuci di air kotor, dapur di Cipatat, Bandung Barat ditutup.




PONTIANAK POST - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, resmi dihentikan sementara usai munculnya video viral yang menyoroti praktik pencucian wadah makanan dengan cara tidak higienis.

Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, terlihat tiga petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencuci tray berbahan stainless dengan cara mencelupkannya ke wadah berisi air sabun, lalu melemparkan ke bak besar berair keruh yang tidak mengalir.

Proses ini dilakukan berulang tanpa bilasan air bersih, sehingga menimbulkan kritik keras dari publik terkait standar kebersihan.

 

Ditutup Setelah Tinjauan Lapangan
Direktur Deputi Tauwas Wilayah II, Brigjen TNI Albertus Doni Dewantoro, turun langsung meninjau lokasi setelah video tersebut viral. Ia memutuskan untuk menutup sementara operasional dapur MBG Citatah.

“Penutupan dilakukan untuk evaluasi penuh terhadap SOP kebersihan yang dilanggar,” tegasnya.

Kapolsek Cipatat, AKP Iwan Setiawan, juga mengonfirmasi bahwa praktik tersebut tidak sesuai prosedur.

Sementara itu, Kepala SPPG Citatah, Taufik, menyatakan dapur sudah berhenti beroperasi dan seluruh karyawan diliburkan hingga ada izin baru.


Netizen Pertanyakan Kualitas SDM dan Dapur MBG
Tak hanya soal higienitas, peristiwa ini juga memicu perdebatan di ruang publik tentang kualitas SDM pelaksana program MBG.

Banyak warganet menilai kasus ini mencerminkan perlunya edukasi berkelanjutan bagi petugas di lapangan, bukan hanya sekadar menyediakan sarana dan anggaran.

“Kalau dilihat masalahnya bukan di MBG nya, tapi ada di SDM yang perlu diedukasi lagi,” tulis salah satu pengguna Instagram (@kikky_resty) (Dilansir dari kolom komentar postingan @lambe_turah 3/10).

Komentar senada juga muncul di platform lain, di mana masyarakat mempertanyakan apakah dapur MBG layak menjalankan program.

“Kok kesannya asal-asalan ya MBG ini, ini makanan lho, keliru sedikit dampaknya bisa serius ke kesehatan anak-anak. Yang punya dapur bisa saja pemain baru dalam bisnis makanan sehingga belum terlalu paham. Tapi seharunyakan dari awal ada namanya verifikasi sebelum dapur dinyatakan layak untuk beroperasi.” ungkap seorang warganet di kolom komentar X (Twitter).


Tantangan Implementasi Program MBG
Kasus di Cipatat menjadi catatan penting dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis. Di satu sisi, program ini digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah.

Namun di sisi lain, lemahnya pengawasan SOP dan minimnya edukasi tenaga pelaksana berpotensi menurunkan kualitas program.

Para pengamat menilai, pemerintah perlu memperkuat sistem monitoring dan pelatihan rutin bagi petugas dapur agar tujuan MBG benar-benar tercapai.

Edukasi higienitas dinilai harus menjadi prioritas, setara dengan distribusi bahan makanan itu sendiri. (*)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Mbg #higienis #air #SDM #tray bekas telur #cuci #cipatat #ompreng