Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mikrofon Bocor, Terungkap Percakapan Prabowo-Trump Soal Pertemuan dengan Eric Trump

Hanif PP • Rabu, 15 Oktober 2025 | 10:15 WIB

 

BERBINCANG: Presiden Prabowo dan Presiden Trump berbincang di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin, 13 Oktober 2025.
BERBINCANG: Presiden Prabowo dan Presiden Trump berbincang di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin, 13 Oktober 2025.

PONTIANAK POST - Trump International Golf Club milik Trump Organization sudah berdiri di Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Properti lainnya di Bali, seperti bisa dilihat di website organisasi yang menjadi payung bisnis keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu, “coming soon.”

Jadi, konteks bisniskah yang dibicarakan Presiden Prabowo Subianto dengan Trump di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10)? Bisik-bisik keduanya menjadi sorotan karena tanpa disadari, mikrofon mereka masih menyala.

Dari percakapan itu terdengar Trump akan mengatur pembicaraan Prabowo dengan putranya, Eric Trump. Eric bersama saudaranya, Donald Trump Jr, merupakan executive vice president Trump Organization.

Prabowo, seperti dikutip dari The Guardian kemarin (14/10), sempat menyebut adanya “wilayah yang tidak aman secara keamanan.” “Bisakah saya bertemu Eric?” kata Prabowo kepada Trump.

Trump merespons dengan mengatakan kalau dia akan meminta Eric menelepon Prabowo.

“Saya akan meminta Eric menelepon. Dia anak yang baik. Saya akan minta Eric menelepon,” ujar Trump.

Prabowo lalu menimpali, “Eric atau Don Jr.”

Menurut Menteri Luar Negeri Sugiono, percakapan yang bocor di mikrofon itu bisa saja membahas hal-hal di luar urusan kenegaraan. "Biasa kan ya Pak Presiden berbicara dengan kepala negara yang lain berdua. Saya kira hubungan Pak Presiden dengan Presiden Trump juga cukup dekat. Jadi, ya bisa jadi banyak hal yang keduanya bicarakan di luar hal-hal yang sifatnya formal kenegaraan," kata Sugiono setelah mendampingi Prabowo menghadiri KTT Perdamaian Gaza setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin.

Meski begitu, Sugiono mengaku tidak tahu pasti apa yang dibicarakan Prabowo bersama Trump kala itu. Dia mengatakan, akan ada instruksi presiden jika hasil pembicaraan perlu ditindaklanjuti.

Pasukan Perdamaian

Sementara itu, Prabowo tak menyinggung soal percakapannya dengan Trump. Dia hanya menggarisbawahi kesiapan Indonesia mendukung proses perdamaian di Gaza.

Sejumlah negara mediator, tambahnya, menanyakan kesiapan Indonesia untuk terlibat dalam proses perdamaian. “Mereka bertanya, bagaimana kesiapan Indonesia, kami katakan kami siap, kalau diminta pasukan penjaga perdamaian, pasukan peacekeeping, Indonesia siap,” ungkapnya.

Menurut Prabowo, kesepakatan yang dibahas dalam KTT itu merupakan langkah awal menuju perdamaian di Gaza. “Jadi, ya ini usaha yang besar. Kita berdoa bahwa ini akan sukses,” ujarnya.

Prabowo juga mengatakan bahwa penarikan pasukan perang Israel dari wilayah Gaza, Palestina, menjadi salah satu poin kesepakatan yang diraih dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh, Mesir.

"Jadi, kita datang untuk menyatakan dukungan dan memberi support, yang penting gencatan senjata sudah berjalan, kemudian segera pasukan Israel akan ditarik," katanya.

Selain itu, kata Presiden, dirinya juga menyaksikan penandatanganan kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang kini sudah berjalan.

Pada tahapan berikutnya, Hamas dan Israel juga melepas sandera-sandera perang untuk dipulangkan ke masing-masing pihak. "Masih ada beberapa yang mungkin yang jenazahnya yang belum ketemu," katanya.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan ini bukan hal baru bagi dirinya maupun bagi rakyat Indonesia. “Tekad saya, puluhan tahun saya membela Palestina. Sejak saya muda, kita terus-menerus mendukung kemerdekaan Palestina dan rakyatnya,” tegasnya.

Kepala Negara juga menyoroti kontribusi nyata Indonesia dalam membantu rakyat Palestina, mulai dari pengiriman bantuan kemanusiaan hingga logistik pangan.

“Alhamdulillah, kita bisa berbuat. Indonesia selama ini aktif, kita kirim bantuan, kita kirim kapal, kita kirim Hercules berkali-kali. Saya kira rakyat Palestina dan rakyat Timur Tengah melihat bagaimana komitmen Indonesia. Kita juga kirim ribuan ton beras, dan akan terus berkomitmen mendukung ini,” ujarnya. (lyn/wan/ttg)

Editor : Hanif
#eric trump #mikrofon #donald trump #prabowo #percakapan #rencana pertemuan