Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

KPI Hentikan Program Xpose Uncensored di Trans7 Usai Gelombang Protes Santri

Hanif PP • Kamis, 16 Oktober 2025 | 09:29 WIB
DEMO: Massa NU dan santri se-DKI Jakarta berunjuk rasa di depan kantor Trans7, menuntut permintaan maaf atas tayangan yang dinilai melecehkan pesantren, Rabu (15/10).
DEMO: Massa NU dan santri se-DKI Jakarta berunjuk rasa di depan kantor Trans7, menuntut permintaan maaf atas tayangan yang dinilai melecehkan pesantren, Rabu (15/10).

PONTIANAK POST – Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) dan alumni pesantren se-DKI Jakarta memadati depan kantor Trans7 di Jalan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (15/10). Mereka memprotes tayangan program Xpose Uncensored yang dinilai melecehkan kehidupan santri dan merendahkan martabat Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Aksi yang dimulai sejak pagi itu berlangsung tertib namun penuh amarah. Massa membawa poster bertuliskan “Etika pemberitaan adalah kehormatan” dan “Boikot semua bisnis CT Corp”.

Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Muhyiddin Ishaq tampak hadir di tengah kerumunan, bersama Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif, pendakwah Yusuf Mansur, serta sejumlah pimpinan pesantren dari Jombang dan Kediri. “Ketika satu pesantren dihina, maka seluruh santri wajib membela. Kami datang untuk menjaga marwah pesantren,” seru salah satu orator dari atas mobil komando.

Aksi ini dipicu oleh tayangan Xpose Uncensored edisi 13 Oktober 2025 yang menampilkan narasi satir, di antaranya menyebut “santri minum susu saja harus jongkok.” Potongan tersebut memicu kemarahan luas karena dianggap menistakan tradisi kesantunan pesantren dan penghormatan santri kepada kiai.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengaku terkejut dan menyesalkan tayangan itu. Ia menilai pesantren telah menjadi benteng moral bangsa yang berjasa mendidik generasi beradab. “Saya sangat prihatin dengan pemberitaan yang menempatkan pesantren secara negatif. Sekian ratus tahun pesantren mendidik manusia Indonesia agar berakhlak dan beradab,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/10).

Nasaruddin menegaskan, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan kemanusiaan. Ia menambahkan, tradisi memaafkan di pesantren amat kuat, dan berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara terhadap program Xpose Uncensored pada 14 Oktober 2025. Ketua KPI Pusat Ubaidillah menyatakan, tayangan tersebut melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS). “Di pesantren terdapat adab, kasih, dan ilmu yang berakar pada sejarah panjang perjuangan bangsa. Tidak pantas dijadikan bahan olok-olok,” tegas Ubaidillah melalui laman resmi KPI.

KPI juga memanggil Trans7 untuk memberikan klarifikasi dan meminta stasiun televisi itu melakukan koreksi menyeluruh terhadap program serupa di masa mendatang.

Menanggapi kecaman publik, pihak Trans7 akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka. Production Director Trans7, Andi Chairil, mengakui adanya kelalaian dalam proses editorial yang menyebabkan konten tayangan tersebut lolos tanpa penyuntingan mendalam.

“Kami tidak melakukan sensor secara teliti terhadap materi dari pihak luar, namun kami tidak berlepas tanggung jawab. Kami memohon maaf kepada KH Anwar Mansur, keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo, para pengasuh, santri, dan alumni,” ujar Andi Chairil melalui video pernyataan di akun Instagram resmi Trans7. (jpc)

Editor : Hanif
#pesantren #protes #tayangan Trans 7 #Expose Uncensored #santri #sanksi tegas #kpi #kader nu