Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BLTS Sasar 35 Juta Penerima, Satu Keluarga Dapat Rp900 Ribu

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 19 Oktober 2025 | 19:50 WIB
BANSOS: Petugas memotret warga memperlihatkan uang tunai saat penyaluran bantuan sosial beberapa waktu lalu.
BANSOS: Petugas memotret warga memperlihatkan uang tunai saat penyaluran bantuan sosial beberapa waktu lalu.

PONTIANAK POST - Pemerintah berupaya meningkatkan daya beli masyarakat yang terus melandai.

Caranya lewat penyaluran bantuan sosial (bansos) tunai untuk 35 juta keluarga.

Masing-masing keluarga bakal mendapat Rp 900 ribu. Pencairan diharapkan tuntas dalam dua pekan ke depan.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, bansos tunai tersebut bernama bantuan langsung tunai sementara (BLTS).

Besarannya adalah Rp 300 ribu per keluarga. Diberikan untuk periode Oktober, November, dan Desember.

"Pencairannya satu kali, sekaligus," jelasnya, kemarin (18/10).

Gus Ipul, sapaan Mensos, mengatakan bahwa proses pencairan BLTS mulai berjalan. Uang itu diharapkan bisa menjaga daya beli masyarakat.

Dengan asumsi setiap keluarga ada suami, istri, dua anak, bantuan itu berdampak untuk 140 juta jiwa.

Mensos yang juga Sekjen PBNU itu mengatakan, BLTS berbeda dengan bansos tunai yang rutin disalurkan setiap bulan.

Total anggaran yang disiapkan untuk BLTS mencapai Rp 31,54 triliun.

Dia berharap uang BLTS itu bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh keluarga penerima. Dengan adanya BLTS, bansos pemerintah semakin beragam jenisnya.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyambut positif paket stimulus ekonomi terbaru pemerintah yang mencakup perpanjangan bantuan langsung tunai (BLT) dan perluasan program magang nasional.

"Perpanjangan BLT sangat fundamental. Di tengah tekanan global, menjaga daya beli masyarakat berarti menjaga roda ekonomi lokal tetap berputar," kata Misbakhun di Jakarta, Sabtu (18/10).

Menurut dia, kebijakan ini menunjukkan kepekaan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi jangka pendek dan penguatan fondasi pembangunan jangka panjang.

BLT yang disalurkan hingga Desember 2025 ini akan menyasar 35,46 juta penerima manfaat langsung, dengan dampak tidak langsung bagi lebih dari 100 juta warga.

Misbakhun mengatakan besaran bantuan yang lebih tinggi dibanding periode sebelumnya akan memperkuat konsumsi rumah tangga sebagai motor utama pertumbuhan nasional.

"Kalau daya beli masyarakat adalah kekuatan ekonomi hari ini maka SDM unggul adalah jaminan masa depan ekonomi Indonesia," katanya.

Dalam hal ini, dia pun menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar stimulus ini memberi efek berganda yang optimal.

"Dengan koordinasi yang solid dan kebijakan fiskal yang terukur, stimulus ini bukan hanya menahan perlambatan ekonomi global, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan," katanya. (wan/oni/ant)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Penerima #syarat #BLTS #Mensos #keluarga #BLT