Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jakarta Ukir Sejarah, Tuan Rumah Pertama Kejuaraan Dunia Senam di Asia Tenggara

Hanif PP • Senin, 20 Oktober 2025 | 10:10 WIB
Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 resmi dibuka dengan penghormatan untuk mendiang Naufal Takdir, atlet muda senam Indonesia yang meninggal dunia jelang kejuaraan.
Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 resmi dibuka dengan penghormatan untuk mendiang Naufal Takdir, atlet muda senam Indonesia yang meninggal dunia jelang kejuaraan.

PONTIANAK POST - The 53rd Artistics Gymnastics World Championship atau Jakarta Gymnastics 2025 resmi dimulai, Minggu, di Indonesia Arena, Jakarta, mencatatkan sejarah menjadi Kejuaraan Dunia Senam Artistik pertama yang digelar di Asia Tenggara.

Presiden Federasi Gimnastik Indonesia Morinari Watanabe menyebut Jakarta ideal sebagai kota penyelenggaraan. Watanabe juga berterima kasih atas kerja keras Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) dan panitia penyelenggara.

"Jakarta, kota yang kaya akan budaya, masyarakatnya yang hangat, dan dinamis, adalah kota yang sempurna untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia," kata dia dalam pembukaan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta.

Watanabe juga mengapresiasi Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), yang diketuai Ita Yuliati, dan semua panitia lokal yang terlibat. "Dedikasi dan profesionalisme kalian sangat menginspirasi," tutur dia.

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati mengatakan akan yang diikuti lebih dari 400 atlet dari seluruh dunia itu bukan sekadar kompetisi.

"Ini adalah asa dan mimpi Gimnastik Indonesia yang menjadi nyata, sebuah tonggak dalam perjalanan kami untuk menumbuhkan dan menggelorakan gimnastik di Indonesia secara lebih luas dan masif," ujar Ita.

Ita juga menyebut kejuaraan tersebut tak hanya menjadi panggung untuk menunjukkan keunggulan, tetapi juga perjalanan lahirnya cerita-cerita inspiratif dan menjadi motivasi generasi muda gimnastik Indonesia.

"Agar mereka selalu mengingat bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi dan tidak ada gerakan yang terlalu sederhana untuk tampil di panggung dunia," kata Ita.

Dalam sambutannya, Ita juga mengajak hadirin memberikan penghormatan terakhir (final salute) untuk Naufal Takdir Al Bari.

Naufal tidak sempat mencicipi kemegahan podium Kejuaraan Dunia karena wafat di Penza, Rusia, 25 September 2025. Dia meninggal di usia 19 tahun.

"Di tempat ini, pernah tumbuh sebuah harapan dari gymnast muda kami, Naufal Takdir Al Bari, yang tak sempat menggenapi mimpinya untuk tampil di kejuaraan dunia. Namun, semangat Naufal tetap hidup, menjadi bagian dari semangat kita semua," kata Ita.

Ita mengajak semua pihak untuk menyukseskan kejuaraan ini dan menginspirasi dunia. “Mari mulai kompetisi ini dan selamat bertanding," ujar Ita.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI) Taufik Hidayat menyebut Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta akan berdampak positif untuk pembinaan atlet.

"Kita tahu Gimnastik adalah salah satu mother of sports di Indonesia. Jadi saya berharap kejuaraan dunia gimnastik yang baru pertama digelar di Indonesia bisa menjadi ajang pembibitan dan pembinaan atlet-atlet muda gimnastik kita. Sekali lagi pemerintah mendukung penuh kejuaraan ini agar sukses," ujar Wamenpora Taufik dalam pembukaan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu.

Taufik menambahkan, pemerintah pun ingin Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 kali ini bisa menjadi ajang bagi atlet-atlet senam artistik di Indonesia untuk berprestasi baik di tingkat nasional hingga internasional.

Dia juga menyampaikan bahwa pemerintah sangat mendukung Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025.

"Kita tahu kejuaraan dunia Gimnastik ini sudah disiapkan sejak lama, saya dan Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Ita Yuliati juga sempat menghadap Presiden Prabowo, dan beliau sangat mendukung ajang ini bisa berjalan dengan baik," kata Wamenpora.

Sementara itu, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menyampaikan kejuaraan dunia Gimnastik tahun ini adalah sejarah, karena baru kali kejuaraan dunia gimnastik bisa diselenggarakan di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Oleh karena itu, Okto berharap ajang tersebut bukan hanya sebagai pertunjukan melainkan bisa menjadi daya tarik bagi atlet atau penggiat senam di Indonesia untuk bisa berkembang.

"Saya berharap Ketua FGI bisa mengajak seluruh atlet atau pengurus senam yang ada di daerah untuk datang menyaksikan kejuaraan senam bersejarah ini karena akan banyak sekali pelajaran yang bisa diambil. Kejuaraan dunia ini bisa mendorong lebih banyak lagi atlet senam di Indonseia. Saya yakin ini bisa menjadi batu loncatan yang baik untuk prestasi senam di Indonesia," tutur dia.

Sementara Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Presiden RI Prabowo Subianto dan Kemenpora serta NOC Indonesia yang terus mendukung kejuaraan ini agar berjalan dengan sukses.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Kemenpora dan NOC Indonesia yang sampai hari ini terus mendukung kejuaraan ini agar bisa berjalan dengan baik. Dari kejuaraan ini banyak manfaat yang kita ambil untuk mengembangkan olahraga senam di Indonesia. Salah satunya alat-alat yang nantinya bisa digunakan untuk mengembangkan pembinaan atlet di daerah," kata Ita.

Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta, yang akan berlangsung pada 19-25 Oktober, diikuti oleh ratusan pesenam yang berasal dari lebih 70 negara. (ant)

Editor : Hanif
#Pertama #asia tenggara #JAKARTA #bersejarah #dibuka #Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 #ajang