PONTIANAK POST - Impian besar Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kampung haji di Makkah, Arab Saudi segera terwujud. Bahkan lokasinya sudah didapat, yaitu di wilayah Jabal Hindawiyah yang berjarak sekitar 2 km dari Masjidilharam.
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menyambut baik progres pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah. Dia menegaskan pembangunan Kampung Haji Indonesia tersebut sudah sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), serta Danantara. Namun dia menegaskan siap mendukung pembangunan Kampung Haji Indonesia tersebut.
Meskipun sudah jadi kewenangan Kemenhaj, Presiden Prabowo Subianto sempat menyebut nama Menag Nasaruddin Umar saat memaparkan Kampung Haji Indonesia dalam Sidang Kabinet Paripurna (20/10). Karena itu, Nasaruddin menyatakan siap berkoordinasi dan berkolaborasi lintas kementerian.
"Kementerian Haji dan Umrah kan teman kita juga. Mungkin kita bantulah, tetapi tetap jarumnya nanti ada di Kemenhaj," jelasnya.
Ia mengatakan dirinya memang terlibat dalam lobi-lobi awal rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia sampai akhirnya Saudi mengeluarkan lampu hijau bagi negara asing untuk memiliki aset di Kota Makkah. Selama ini, kepemilikan aset properti dan sejenisnya di Kota Makkah tertutup untuk pihak asing.
"Saya masih diminta oleh Bapak Presiden melakukan langkah-langkah berikutnya bersama dengan pihak-pihak terkait. Khususnya dengan Kementerian Haji dan Umrah," jelasnya. Namun Nasaruddin juga mengatakan bisa jadi seluruhnya akan dilakukan oleh Kemenhaj sehingga tugas Kemenag bisa fokus pada urusan kerukunan umat beragama di Indonesia.
"Poinnya Insyaallah Kementerian Agama akan tetap mengawal (Kampung Haji Indonesia di Makkah) sesuai dengan arahan Bapak Presiden," tuturnya.
Sebelumnya, pembangunan Kampung Haji Indonesia di Kota Makkah sempat disinggung Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pengantar Sidang Kabinet Paripurna (20/10). Pada saat yang sama Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau lokasi rencana pembangunan kampung haji tersebut.
Lokasi Kampung Haji Indonesia nantinya menempati hamparan lahan seluas 80 hektare di kawasan Jabal Hindawiyah, Makkah. Jaraknya hanya 2 KM dari Masjidilharam. Jemaah bisa berjalan kaki sekitar 20 menit ke Masjidilharam.
Dari dokumentasi foto yang dikirim tim Kemenhaj, lokasi pembangunan kampung haji itu masih berupa hamparan tanah. Di beberapa titik ditumbuhi rumput liar. Menariknya dari lokasi ini, terlihat Zam Zam Tower yang tinggi menjulang. Menara yang di dalamnya ada hotel dan pusat perbelanjaan itu, jadi penanda lokasi Masjidilharam. Karena lokasi Zam Zam Tower persis di sebelah Masjidilharam.
Dahnil menjelaskan proses negosiasi dan lelang (bidding) untuk pengadaan lahan tengah berlangsung. Lokasi tersebut berada di dalam Masar Project, yaitu kawasan strategis yang terintegrasi dengan jalur kereta cepat dan jalur pedestrian langsung menuju Masjidilharam.
“Dari titik ini kita bisa melihat langsung Zam Zam Tower dan area Masjidil Haram. Jika Indonesia menang dalam proses bidding, maka di sinilah akan berdiri Kampung Haji Indonesia dengan luas sekitar 80 hektare,” ujar Dahnil.
Politisi Gerindra itu meminta doa seluruh rakyat Indonesia agar proses tersebut berjalan lancar. Serta menghasilkan keputusan terbaik. “InsyaAllah ini menjadi alternatif utama lokasi Kampung Haji Indonesia," katanya.
Dia memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia supaya kita menang lelang. Presiden Prabowo Subianto sendiri sangat serius mengupayakan hal ini dan akan berbicara langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. Proses bidding ini akan selesai pada 30 Oktober depan. Dari Indonesia sendiri, lelang lahan untuk kampung haji dipimpin langsung oleh Kepala Danantara Rosan Roeslani. (wan)
Editor : Hanif