Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemerintah Targetkan Semua Desa di Indonesia Teraliri Listrik pada 2030

Hanif PP • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 11:49 WIB

 

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (tengah) didampingi Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri) berbincang dengan salah satu pengguna kendaraan listrik, Daniel (kanan) dan melakukan simulasi charging.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (tengah) didampingi Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri) berbincang dengan salah satu pengguna kendaraan listrik, Daniel (kanan) dan melakukan simulasi charging.

PONTIANAK POST – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh desa di Indonesia sudah teraliri listrik pada tahun 2030. Hal ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan energi di seluruh wilayah, terutama di daerah-daerah terpencil.

 “Bapak Presiden menargetkan tidak ada lagi desa yang belum mendapatkan akses listrik pada 2029 atau 2030,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/10).

Menurutnya, pemerintah telah memprioritaskan pembangunan jaringan listrik untuk desa dan dusun yang masih belum teraliri listrik. Pada tahun ini, lebih dari 1.100 desa sedang dipasang jaringan listrik baru sebagai bagian dari percepatan pemerataan akses energi.

Dari sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum memiliki akses listrik, Bahlil menyatakan bahwa sekitar 250 ribu rumah tangga akan segera mendapatkan pasokan listrik. "Tahun ini, lebih dari 1.100 desa sedang dipasang jaringan listrik, dan sekitar 250 ribu rumah tangga yang sebelumnya tidak ada listrik, akan segera teraliri listrik," katanya.

 

Program Perluasan Listrik Terus Berlanjut

Bahlil menambahkan bahwa program perluasan akses listrik akan dilanjutkan hingga 2026, dengan target tambahan sekitar 1.000 hingga 2.000 desa yang akan terhubung dengan jaringan listrik. Target utama yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo adalah memastikan bahwa tidak ada desa yang tertinggal dalam hal akses listrik pada 2029 atau 2030.

Menurut Bahlil, kebijakan ini merupakan bagian dari perhatian Presiden Prabowo terhadap wilayah-wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain itu, pemerintah juga berfokus pada pengembangan teknologi pendidikan digital di sekolah-sekolah pedalaman, yang membutuhkan ketersediaan listrik sebagai salah satu syarat utamanya.

 

Pendekatan Dual dalam Pembangunan Listrik

Pembangunan jaringan listrik dilakukan melalui dua pendekatan utama. Pertama, dengan pemasangan panel surya di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik PLN. Kedua, dengan penyambungan rumah-rumah yang belum teraliri listrik ke jaringan PLN yang sudah ada.

"Kita mengaplikasikan kedua metode ini secara paralel, untuk memperluas jangkauan listrik sekaligus mendukung transisi energi bersih berbasis tenaga surya. Ini juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang kita," tambah Bahlil.(ant)

 

Editor : Hanif
#2030 #desa #pemerintah #listrik #wilayah 3t #energi surya