PONTIANAK POST — Bandara Kenyam menjadi jalur vital bagi masyarakat Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, dalam pemenuhan kebutuhan pokok dan mendukung percepatan pembangunan daerah.
Kehadiran Satgas Korpasgat di wilayah ini berperan penting menjaga keamanan bandara sekaligus memastikan distribusi logistik berjalan lancar dan aman.
Bandara Kenyam menjadi titik utama masuknya bahan kebutuhan sehari-hari serta material pembangunan.
Dengan kondisi geografis yang menantang, jalur udara menjadi satu-satunya akses paling efisien bagi warga maupun pemerintah daerah.
Bandara ini juga difungsikan sebagai pusat koordinasi untuk pengiriman bantuan sosial, vaksin, serta perlengkapan pendidikan menuju distrik-distrik terpencil di Nduga.
“Tugas kami adalah menjaga keamanan dan kelancaran setiap kegiatan di bandara agar distribusi barang dan layanan berjalan tanpa hambatan,” ujar Kapten Pas Georgius Nourmanda A.T., S.Tr. (Han.), Komandan Pos Korpasgat Kenyam.
Selain mengamankan bandara, Satgas Korpasgat juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti membantu pendistribusian bantuan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan masyarakat di daerah yang sulit dijangkau.
Kehadiran mereka turut memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat agar bantuan dapat tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran.
Pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah distrik Kabupaten Nduga juga terus menunjukkan kemajuan.
Meski sebagian ruas masih terbatas, progres pembangunan tersebut memberi harapan baru bagi kelancaran distribusi barang dan pelayanan publik ke wilayah yang sebelumnya terisolasi.
Salah seorang warga Kenyam mengakui, distribusi barang kini jauh lebih lancar dibanding sebelumnya.
“Barang-barang pokok lebih cepat sampai, dan kehidupan sehari-hari terasa lebih tertata,” ujarnya.
Sinergi antara Satgas Korpasgat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan di Kabupaten Nduga.
Dengan keamanan yang terjaga dan jalur logistik udara yang stabil, masyarakat di distrik-distrik terpencil mulai merasakan manfaat pembangunan secara bertahap.
Kehadiran satuan tugas ini juga memperkuat rasa aman sekaligus mendorong partisipasi warga dalam proses pembangunan di wilayah pegunungan Papua. **
Editor : Aristono Edi Kiswantoro