Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

indonesia Gandeng India untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 2 November 2025 | 20:44 WIB

Ilustrasi program makan bergizi gratis (MBG).
Ilustrasi program makan bergizi gratis (MBG).

PONTIANAK POST – Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama dengan India untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

India dipilih sebagai mitra karena telah lebih dulu menjalankan program serupa, Mid Day Meal Scheme (MDM)—kini dikenal sebagai PM-POSHAN (Prime Minister’s Overarching Scheme for Holistic Nourishment)—yang terbukti berhasil menekan angka kelaparan dan meningkatkan kehadiran siswa di sekolah.

Peluang kolaborasi ini mengemuka dalam KTT BRICS Plus di Rusia, 24 Oktober lalu, saat Menteri Luar Negeri Sugiono bertemu dengan Menlu India S. Jaishankar. Salah satu agenda penting dalam pertemuan bilateral itu adalah pembahasan potensi kerja sama di bidang penyelenggaraan MBG.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa Indonesia sudah sejak awal menjadikan India sebagai model rujukan.

“Kami memang sempat berkunjung ke India untuk melihat role model mereka. India punya pengalaman panjang dalam mengelola program makan bergizi untuk anak sekolah,” ujarnya.

Menurut Dadan, Indonesia akan mendapatkan bimbingan teknis (technical assistance) dari India, mencakup pengawasan, pengembangan institusi, hingga peningkatan layanan MBG. “Bimbingan teknis dari India akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan MBG di Indonesia,” katanya.

Saat ini, sudah ada 13.514 Satuan Layanan Pemenuhan Gizi di 38 provinsi dan 509 kabupaten. BGN menargetkan 82,8 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia hingga akhir tahun.

“Insya Allah akhir bulan ini kami sudah bisa melayani 40 juta penerima, dan terus kami kejar target 82,9 juta di akhir tahun,” imbuhnya.

India sendiri telah melaksanakan program makan siang gratis sejak 1995, dengan sistem yang sangat terstruktur.

Berdasarkan jurnal The National School Meal Program in India: A Literature Review karya Maki Nakao dan Yuki Tsuno, MDM dijalankan secara terpusat namun melibatkan jaringan hingga tingkat daerah, termasuk sekolah, pemerintah desa (Gram Panchayat), dan organisasi lokal.

Keberhasilan program ini didukung oleh penerapan sistem Plan-Do-Check-Act (PDCA) serta pembentukan Steering-cum-Monitoring Committee untuk memastikan pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.

Bahkan, proses memasak makanan dilakukan oleh kelompok swadaya wanita lokal, klub pemuda, dan organisasi masyarakat, sehingga manfaat ekonomi turut dirasakan masyarakat sekitar.

Program MDM yang kini bertransformasi menjadi PM-POSHAN juga terbukti meningkatkan kehadiran siswa di sekolah.

Di sekolah pemerintah Laitsohpliah, India Timur Laut, misalnya, menu makan siang tidak hanya nasi dan kacang-kacangan, tetapi juga kentang daun kucai khas Himalaya Timur, ikan asin, dan sambal buah liar sohryngkham.

Sebagian besar bahan tersebut diperoleh dari kebun sekolah atau petani setempat, mencerminkan semangat kemandirian dan keberlanjutan.

Dengan menjadikan India sebagai mitra belajar, pemerintah berharap MBG dapat berjalan efektif, adaptif, dan berdampak nyata dalam menekan angka malnutrisi serta mendukung kualitas pendidikan di Indonesia. *

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Mbg #indonesia #india #BGN