Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

6.558 Sekolah Gelar Tes Kemampuan Akademik Secara Semi Online

Hanif PP • Senin, 3 November 2025 | 09:40 WIB

 

Ilustrasi Ujian
Ilustrasi Ujian

PONTIANAK POST - Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK/MA/Sederajat resmi dimulai hari ini (3/11). Meski berbasis daring, ribuan sekolah memutuskan untuk melaksanakan ujian secara semi online.

Merujuk data di laman resmi TKA Kemendikdasmen, tercatat ada 6.558 satuan pendidikan (sekolah) atau 12,31 persen yang akan menyelenggarakan TKA secara semi online. Sedangkan 38.976 satuan pendidikan atau 73,15 persen dilakukan secara online.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rahmawati menjelaskan, pelaksanaan semi online atau semi daring ini tidak mengharuskan server sekolah terkoneksi internet saat pelaksanaan TKA.

Karena itu, sebelum pelaksanaan TKA, server sekolah disinkronisasi dengan server pusat secara daring terlebih dahulu. Kemudian, ketika hari ujian, komputer siswa akan terkoneksi ke server sekolah dengan LAN. Sehingga tidak membutuhkan koneksi internet sama sekali. Proses sinkronisasi server pusat dan sekolah  telah berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (1-2 November 2025). 

“Nanti selesai tes, server sekolah akan koneksi kembali ke server pusat untuk unggah file respons  jawaban murid,” jelasnya saat dihubungi, Minggu (2/11).

Dia menjelaskan, opsi semi online atau semi daring dimunculkan untuk memfasilitasi sekolah-sekolah yang sarana dan prasaranya belum memadai. Khususnya sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hal ini guna memastikan tak ada murid yang tertinggal atau terlewat.

Kemendikdasmen juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk menghadirkan TKA yang inklusif dan ramah disabilitas. Antara lain, screen reader untuk peserta tunanetra, soal tanpa grafik, serta penyesuaian tata letak dan navigasi aplikasi agar mudah digunakan secara mandiri.

Kemendikdasmen juga memastikan adanya jadwal susulan bagi peserta dengan kondisi khusus. Misalnya, murid yang tengah PKL, peserta pertukaran pelajar, atau sedang mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Disinggung soal antisipasi adanya kecurangan dalam sistem semi online ini, Rahmawati memastikan bahwa sistem sudah dibangun sedemkian rupa. Data terenkripsi dan baru dapat dibuka setelah pusat merilis token saat jam mulai tes.

Selain semi online, Kemendikdasmen juga memfasilitasi siswa untuk menumpang ujian di sekolah lain. Ada sekitar 1.683 (3,16 persen) satuan pendidikan yang akan menumpang pada pelaksanaan TKA kali ini. Paling banyak disumbang dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan sanggar Kegiatan Belajar (SKB), yakni sebanyak 866 satuan pendidikan.

Di Jawa Timur sendiri, dari 7.560 sekolah yang ada, sebanyak 6.392 sekolah menyelenggarakan TKA dengan 579.678 calon peserta. Dari 6.392 satuan pendidikan tersebut, sebanyak 6.426 sekolah akan menyelenggarakan secara mandiri dan 226 sekolah akan menumpang. kemudian, 5.039 sekolah akan melaksanakan TKA secara online dan sisanya, 1.555 sekolah melaksakana secara semi online.

Di sisi lain, untuk memastikan kelancaran pelaksanaan TKA, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim teknis dinas pendidikan serta kanwil Kementerian Agama (Kemenag) seluruh provinsi. Di internal Kemendikdasmen pun telah dilakukan koordinasi teknis maupun non teknis. “Bismillah, semoga Yang Maha Kuasa memudahkan melancarkan pelaksanaan TKA sesuai harapan kita bersama,” ungkapnya.

Rahmawati mengimbau agar para murid tidak perlu cemas berlebihan dalam menghadapi TKA. Sebab, materi ujian ada di kurikulum dan sudah dipelajari.

“Jaga kesehatan, istirahat yg cukup, tidak perlu begadang belajar sampai larut, dan jangan lupa berdoa,” pesannya.

Bukan hanya sekolah di bawah Kemendikdasmen, TKA juga digelar bagi siswa madrasah dan santri pondok pesantren. Setidaknya, ada 9.636 lembaga pendidikan Islam yang akan menyelenggarakan TKA secara serentak hari ini.

Lembaga pendidikan Islam tersebut terdiri atas  8.969 Madrasah Aliyah (MA) dengan 445.184 peserta, 5 Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) dengan 153 peserta, dan 662 Pondok Pesantren dengan 15.288 peserta.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag  Amien Suyitno menyatakan, TKA menjadi langkah strategis dalam transformasi pendidikan Islam menuju sistem yang lebih kompetitif, terukur, dan setara dengan sekolah umum. Hasil TKA dapat digunakan sebagai salah satu indikator penerimaan di perguruan tinggi negeri. “Khususnya bagi mereka yang akan masuk melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi,” ungkapnya.

Menurut dia, sebagian besar lembaga akan menyelenggarakan ujian secara mandiri, sedangkan lainnya menerapkan sistem source sharing dengan lembaga terdekat.

 TKA di lembaga pendidikan Islam akan digelar hingga 9 November 2025. Detailnya, jenjang MA dan MAK dimulai pada 3 - 4 November 2025 untuk gelombang I. Kemudian, gelombang II pada 5 - 6 November 2025. Selanjutnya, untuk pondok pesantren akan dilaksanakan pada 8 - 9 November 2025. (mia/oni)

Editor : Hanif
#sekolah #Tes Kemampuan Akademik #pemerataan akses #tka #semi online