Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Prabowo Pastikan Indonesia Mampu Tanggung Utang Whoosh, Pengguna Asing Naik 65 Persen

Hanif PP • Rabu, 5 November 2025 | 10:30 WIB

 

NAIK KERETA: Presiden Prabowo Subianto (kiri) naik KRL dari Manggarai ke Tanah Abang, guna memastikan pelayanan semakin nyaman di sela meninjau langsung pelayanan transportasi publik yang menjadi nadi
NAIK KERETA: Presiden Prabowo Subianto (kiri) naik KRL dari Manggarai ke Tanah Abang, guna memastikan pelayanan semakin nyaman di sela meninjau langsung pelayanan transportasi publik yang menjadi nadi

PONTIANAK POST – Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPR pada Agustus lalu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin pernah menyebut utang Whoosh yang harus ditanggung perusahaan yang dia pimpin bak bom waktu. Namun, kemarin (4/11), Presiden Prabowo Subianto memastikan pembiayaan kereta cepat Jakarta–Bandung itu dalam kondisi aman.

Prabowo menegaskan, negara akan hadir dan bertanggung jawab penuh terhadap keberlanjutan proyek tersebut, termasuk dalam hal utang dan biaya operasional.

Komposisi saham KCIC (Kereta Cepat Indonesia-Tiongkok) yang menjadi operator Whoosh terdiri dari konsorsium Indonesia (PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia) sebesar 60 persen dan konsorsium Tiongkok (Beijing Yawan HSR Co. Ltd.) sebanyak 40 persen. Saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dipegang oleh beberapa BUMN, dengan PT KKAI sebagai pemegang saham terbesar.

Mengutip laporan keuangan 2024 (teraudit) dari situs resmi PT KAI, PSBI tercatat merugi hingga Rp 4,19 triliun sepanjang 2024. Pada semester pertama 2025, PSBI kembali mencatatkan rugi sebesar Rp 1,62 triliun berdasarkan laporan keuangan 30 Juni 2025 (belum diaudit).

Senin (3/11) lalu, Prabowo memanggil Bobby. Salah satu yang disinggung dalam pertemuan itu ialah soal KCIC. “Konteksnya belum dijelaskan detail, tapi beliau mengatakan akan segera dibicarakan lebih lanjut,” kata Bobby kepada media setelah pertemuan itu.

Menurut Prabowo, semua sarana umum merupakan tanggung jawab bersama. “Pada akhirnya, tanggung jawab Presiden Republik Indonesia. Jadi, saya sekarang tanggung jawab untuk itu,” imbuhnya.

Prabowo menambahkan, dia telah mempelajari secara rinci persoalan pembiayaan Whoosh dan memastikan Indonesia masih mampu membayar kewajiban yang ada. “Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti utang itu, Whoosh semuanya. Indonesia bukan negara sembarangan,” ujarnya.

 

Jangan Dihitung Untung-Rugi

Menurut Prabowo, layanan publik merupakan bagian dari tanggung jawab negara melalui skema Public Service Obligation. “Jangan dihitung untung-rugi, tapi manfaatnya untuk rakyat. Di seluruh dunia begitu. Ini kehadiran negara,” ucapnya.

Presiden juga mengingatkan agar isu pembiayaan Whoosh tidak dipolitisasi dan tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Dia menilai, Indonesia memiliki kekuatan fiskal yang cukup untuk menanggung proyek strategis tersebut.

Proyek Whoosh dimulai sejak 2016 dan diresmikan pada 2023 dengan total nilai investasi sekitar Rp 118 triliun. Saat ini, pemerintah bersama Badan Pengelola Investasi Danantara masih membahas skema penyelesaian utang proyek tersebut.

Sementara itu, PT KCIC mencatat peningkatan signifikan jumlah wisatawan mancanegara pengguna Whoosh. Selama periode Januari hingga Oktober 2025, jumlah penumpang asing mencapai 335.681 orang, naik 65,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebanyak 203.071 penumpang.

Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan wisatawan asal Malaysia menjadi pasar terbesar dengan jumlah penumpang mencapai 264.569 orang atau 44,02 persen dari total wisatawan asing yang telah menggunakan Whoosh. Di posisi berikutnya terdapat Singapura sebanyak 68.470 penumpang (11,39 persen), Tiongkok 53.892 penumpang (8,97 persen), Jepang 28.881 penumpang (4,81 persen), serta Korea Selatan 19.729 penumpang (3,28 persen).

“Sebagian besar wisatawan tersebut memanfaatkan Whoosh untuk perjalanan wisata maupun perjalanan bisnis di kawasan Jakarta dan Bandung,” urainya. (lyn/idr/ttg)

Editor : Hanif
#melonjak #Utang proyek Whoosh #Pengguna #wisatawan asing #RI #Presiden Prabowo