PONTIANAK POST – Rangkaian gempa bumi masih mengguncang Tarakan, Kalimantan Utara, pasca-gempa utama berkekuatan magnitudo 4,8 yang terjadi pada Rabu (5/11) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan mencatat hingga Kamis (6/11) pagi telah terjadi sedikitnya lima gempa susulan di titik yang sama.
Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, menjelaskan bahwa gempa susulan pertama tercatat pada pukul 23.21 WITA dengan magnitudo 2,7, disusul empat kali gempa berikutnya pada Kamis dini hari pukul 01.18 (M2,4), 01.53 (M2,5), 04.32 (M2,5), dan terakhir pukul 06.27 (M2,6).
“Titiknya sama, di koordinat 3,29 Lintang Utara dan 117,75 Bujur Timur, sekitar 18 kilometer tenggara Tarakan. Magnitudonya kecil, jadi masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan,” ujarnya.
Khilmi menambahkan, secara ilmiah, gempa susulan adalah hal yang wajar terjadi setelah gempa utama akibat proses pelepasan energi di sekitar zona patahan. “Sampai tadi pagi masih ada gempa susulan, tapi kecil-kecil, 2,5 atau 2,7. Ini normal,” katanya.
BMKG memastikan bahwa gempa utama magnitudo 4,8 yang terjadi Rabu malam tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kedalaman pusat gempa yang mencapai 10 kilometer dan magnitudonya yang relatif kecil tidak memenuhi syarat untuk memicu gelombang besar.
“Walaupun guncangannya terasa besar, setelah dianalisis, gempa ini aman dan tidak berpotensi tsunami,” tegas Khilmi. Ia menambahkan, sumber guncangan diperkirakan berasal dari aktivitas Sesar Tarakan, salah satu patahan aktif yang membentang di wilayah Kalimantan Utara. “Daerah Tarakan memang memiliki potensi gempa karena ada sesar yang melintas di sini. Ini yang perlu diwaspadai, bukan ditakuti,” jelasnya.
BMKG mengingatkan, hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi waktu dan lokasi pasti terjadinya gempa. Karena itu, warga diminta tetap waspada dan memahami langkah-langkah keselamatan jika terjadi guncangan. “Yang terpenting, jangan panik. Lakukan langkah aman sesuai SOP, dan hindari menyebarkan berita hoaks. Pastikan informasi hanya bersumber dari BMKG,” imbaunya.
17 Rumah Rusak, Satu Warga Luka Ringan
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan melaporkan sedikitnya 17 rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa utama pada Rabu malam. Kerusakan tersebar di sejumlah kelurahan, antara lain Mamburungan, Gunung Lingkas, Kampung Empat, Selumit, Kampung Enam, Karang Rejo, Lingkas Ujung, dan Pamusian.
“Data ini masih bersifat sementara karena tim kami masih melakukan asesmen di lapangan. Jumlah rumah terdampak bisa bertambah,” ujar Erik Akbar, Penyuluh Kebencanaan BPBD Tarakan. Dari 17 rumah yang rusak, dua di antaranya mengalami kerusakan berat, yakni di Kelurahan Mamburungan dan Gunung Lingkas. Salah satu rumah bahkan ambruk di bagian dapur. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Namun, BPBD mencatat satu korban luka, seorang remaja yang kepalanya terluka akibat menabrak dinding saat panik berlari keluar rumah. “Korban sudah mendapat perawatan medis dan kondisinya kini baik,” terang Erik.
BPBD bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan darurat berupa tenda dan matras kepada warga terdampak. Bantuan lanjutan seperti perbaikan rumah akan dilakukan setelah asesmen selesai. “Bantuan perbaikan nanti ditangani oleh dinas terkait, seperti Perkim atau DPUPR. Kami fokus pada penanganan kedaruratannya dulu,” katanya.
Selain rumah warga, gedung Tarakan Art Convention Center (TACC) di Kelurahan Kampung Empat juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan di bagian plafon. “Petugas keamanan sempat berada di luar gedung saat kejadian, jadi tidak ada korban. Fokus kami saat ini tetap pada warga terdampak,” pungkas Erik. (zac/zar/kpg/riz)
Editor : Hanif