PONTIANAK POST - Prestasi membanggakan ditorehkan generasi muda Indonesia di kancah internasional. Tim Misi Budaya SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Jawa Barat yang mewakili Indonesia dalam Kontes Internasional Super Grand Prix berhasil menjadi juara umum dan berhak meraih medali emas.
Di hadapan peserta yang memadati area di seputaran panggung, Kontes Internasional Super Grand Prix yang diadakan di kota Lloret de Mar Spanyol, mengumumkan Tim Misi Budaya SMA Al Bayan keluar sebagai juara umum. Tim tersebut berhak meraih medali emas dan Piala Super Grand Prix.
Pembacaan pengumuman tersebut sontak membuat Tim Al Bayan bersorak sorai bahkan menangis haru. Begitulah suasana yang dapat digambarkan Zawata Afnan Tahsin, salah satu peserta Tim Al Bayan yang turut berpartisipasi dalam misi ini.
Siswa yang kerap disapa Afnan ini tak kuasa menahan bahagia usai tim yang digawanginya keluar sebagai pemenang. Begitu juga yang dirasakan seluruh tim Al Bayan. “Perasaan ini tentunya sangat senang karena kita mendapat gold medal. Alhamdulillah kami bisa kembali ke Indonesia, membawa nama Indonesia menjadi juara umum di kompetisi internasional ini,” tuturnya kepada Pontianak Post.
Dalam kontes yang diselenggarakan dari 22 – 27 Oktober 2025 tersebut, Tim Al Bayan menampilkan Tari Saman Aceh dan membawakan alat musik angklung. Super Grand Prix sendiri merupakan sebuah ajang kompetisi budaya tingkat internasional yang secara tradisional diselenggarakan oleh Pemerintah Kerajaan Spanyol di kota Lloret De Mar di wilayah Costa Brava Catalonia Spanyol.
Misi Budaya SMA Al Bayan berkolaborasi dengan Tim Kinanthi Budaya dari jurusan Seni Musik dan jurusan Seni Tari Universitas Negeri Jakarta. Tim yang berangkat terdiri atas 27 murid, 2 guru dan 4 Kinanti Budaya. Afnan mengatakan kompetisi ini mempertemukan sekitar 50 tim dari 10 negara, di antaranya Malaysia, Prancis, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan.
“Di antara 10 negara, di antara banyak negara itu, Alhamdulillah kami juaranya,” terangnya.
Keberhasilan ini tidak datang secara instan. Menurut Afnan dan kawan-kawan, Tim Al Bayan telah mempersiapkan diri dengan latihan keras, memotivasi diri sebaik mungkin, dan berusaha sekuat tenaga memberikan yang terbaik bagi almamater, keluarga, bangsa, dan negara Indonesia.
Tim Al Bayan telah berlatih intensif selama berbulan-bulan. Latihan Tari Saman dimulai sejak lima bulan sebelum ajang dipertandingkan. “Latihan pertama itu, kami mulai itu sejak bulan Mei awal,” tuturnya.
Sementara untuk angklung, dipersiapkan tiga bulan sebelum keberangkatan. “Dan semua itu kami melalui dengan sabar dan ikhlas. Karena kami tahu, kami akan mewakili negeri Indonesia,” ucapnya.
Bagi Afnan dan kawan-kawan, partisipasi dalam kontes ini juga menjadi ajang promosi budaya Indonesia dimata dunia.
"Ini menjadi kesempatan baru bagi kita, bagaimana kita mempresentasikan budaya-budaya tradisional kita, yaitu salah satunya, tari Saman. Itu bagaimana kita bisa memperagakannya di hadapan dunia dengan cara yang elegan," katanya.
Pihaknya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung keberhasilan timnya. “Ini bukan hanya hasil usaha saya, tetapi kerja keras seluruh tim, guru, dan tentu doa orang tua. Tanpa mereka, kami tidak akan bisa juara,” tutupnya.
Mereka pun berharap adik-adik kelas kelak nantinya bisa meneruskan perjuangan tersebut. Ajang seperti ini penting agar budaya lokal tidak memudar dan tetap dikenal dunia,” ujarnya.**
Editor : Hanif