PONTIANAK POST – Satu hari setelah insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat siang (7/11), suasana di sekolah yang berlokasi di dalam Kompleks Kodamar TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih dijaga ketat oleh personel Polisi Militer TNI AL (Pomal).
Melansir dari Jawapos.com (Pontianak Post grup), sejumlah petugas tampak berjaga di depan gerbang sekolah, baik dengan pakaian dinas maupun berpakaian preman.
Pihak keamanan tidak mengizinkan awak media memasuki area sekolah sehingga peliputan hanya dapat dilakukan dari luar pagar.
Petugas juga meminta para jurnalis untuk tidak mengambil foto atau video dari jarak terlalu dekat karena masih ada aparat kepolisian yang berdatangan ke lokasi.
“Mohon maaf, kalau mau ambil gambar agak jauh ya,” ujar salah satu petugas yang berjaga.
Sekitar pukul 08.40 WIB, beberapa personel kepolisian berseragam bertuliskan Psikologi Polri terlihat datang ke sekolah.
Setelah melapor kepada petugas di pintu masuk, mereka langsung menuju ke area dalam sekolah.
Diketahui, ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB. Saat kejadian, para siswa sedang melaksanakan salat Jumat di lingkungan sekolah.
Suara ledakan yang cukup keras membuat mereka panik dan berhamburan keluar.
Menurut informasi dari Polda Metro Jaya, total terdapat 54 korban luka yang telah dievakuasi ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, antara lain Puskesmas Kelapa Gading, Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, dan Rumah Sakit Yarsi. (*)
Editor : Miftahul Khair