PONTIANAK POST — Tim Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga korban dan guru SMAN 72 Jakarta pasca-ledakan di sekolah tersebut, Sabtu (8/11).
“Kami lakukan ini agar keluarga dan guru bisa mengelola stres dan rasa takut setelah kejadian,” ujar AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Yadnya, Kepala Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya.
Tim psikolog dan konselor hadir membantu mengatasi trauma serta memastikan dukungan emosional terpenuhi.
Polda Metro Jaya juga menyiapkan posko pelayanan dan layanan trauma healing. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, meninjau langsung korban di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.
Selain kepolisian, Kementerian Sosial menyiapkan rehabilitasi sosial dan trauma healing bagi korban dan keluarga.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pendampingan berlangsung sesuai asesmen, bisa sebulan hingga dua bulan, untuk memastikan pemulihan fisik dan psikologis seimbang.
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, juga mengunjungi korban dan menyoroti pentingnya dukungan teman sebaya dalam proses pemulihan.
Ia menegaskan koordinasi berkelanjutan dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah akan dilakukan untuk memastikan pendampingan terus berjalan.**
Editor : Aristono Edi Kiswantoro