Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Puslabfor Mabes Polri Teliti Serbuk Bahan Peledak Ledakan SMAN 72, Dispendik DKI Terbitkan Edaran Keamanan Sekolah

Hanif PP • Senin, 10 November 2025 | 10:37 WIB

 

Kombespol Budi Hermanto,  Kabid Humas Polda Metro Jaya
Kombespol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya

PONTIANAK POST - Polisi terus mengusut motif dan jaringan yang diduga terkait dengan ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11). Hingga kemarin, terduga pelaku masih satu orang. Yakni, siswa di sekolah itu sendiri. Namun, karena masih di bawah umur, identitasnya tidak diumumkan.

Polisi juga belum memeriksa terduga pelaku. Sebab, dia masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto mengungkapkan, terduga pelaku mengalami luka cukup berat di bagian kepala akibat ledakan. "Dia baru menjalani operasi pada bagian kepala," ujarnya.

Meski demikian, siswa tersebut sudah sadar. Dia kini  dirawat di ruang ICU dengan penjagaan ketat oleh polisi. "Dijaga ketat, pasti. Bukan hanya pada pelaku, para korban juga dijaga karena kita berharap tidak terjadi fatalitas yang lebih berat," katanya.

Budi menjelaskan, kondisi medis terduga pelaku mulai membaik. Proses pemulihan dilakukan dengan sangat hati-hati. Polisi juga memperhatikan kondisi psikologis terduga pelaku. "Dia memang sudah sadar, tapi pemulihan harus pelan-pelan. Kita harus sama-sama perhatikan dulu pemulihan fisik dan psikis yang bersangkutan," jelas Budi.

Penyidik dan pihak rumah sakit kini berkoordinasi dengan lembaga perlindungan anak. Tujuannya agar proses penanganan berjalan sesuai prosedur hukum bagi anak di bawah umur. ''Perlu kami sampaikan kepada rekan-rekan sekalian, untuk sama-sama menjaga hak-hak khusus yang harus dipenuhi, yaitu perlindungan identitas dan perlakuan khusus terhadap anak yang berhadapan dengan hukum," ucap Budi.

Meski berstatus sebagai anak yang berhadapan dengan hukum, penyelidikan tetap berjalan. Tim gabungan dari Densus 88 dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut. Penggeledahan di sejumlah tempat telah dilakukan. Polisi juga meminta keterangan beberapa saksi. ''Hasilnya  akan disampaikan secara lengkap oleh Pak Kapolri dan Pak Kapolda Metro Jaya," ucap Budi. Ia juga meminta masyarakat  tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Sebagaimana diberitakan, ledakan di lingkungan SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, terjadi pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB. Saat itu, para siswa dan guru sedang menunaikan salat Jumat di masjid sekolah. Peristiwa itu menyebabkan puluhan siswa terluka. Seorang saksi mata menyebut, pelaku adalah siswa kelas XII berinisial FN. Dia disebut-sebut kerap mengalami perundungan di sekolah. "Bomnya kaya kawat besi, bukan petasan kertas, tapi mirip kaleng minuman yang diisi bahan peledak," jelasnya.

 

Mabes Polri Periksa Lokasi Ledakan

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri tengah menguji serbuk bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian. Serbuk yang sama juga ditemukan saat polisi menggeledah rumah terduga pelaku.

“Kami melakukan penggeledahan untuk memilah persesuaian antara barang bukti di TKP dengan barang bukti yang ditemukan saat penggeledahan,” terang Kombespol Budi Hermanto kemarin (9/11). Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan dengan metode scientific investigation. ''Mereka (Puslabfor Mabes Polri, Red) memiliki keahlian dalam hal ini,” jelasnya.

Tim gabungan dari Densus 88, Puslabfor, dan Gegana juga menganalisa motif serta jaringan yang mungkin terlibat dalam insiden tersebut. Budi juga menyampaikan, Kapolri dan Kapolda Metro Jaya meminta agar kegiatan belajar mengajar dapat segera  berjalan normal kembali. Pihak kepolisian bersama KPAI juga menyiapkan tim trauma healing untuk pemulihan psikis korban dan pihak yang diduga terlibat.

 

Dispendik DKI Terbitkan Edaran               

Ledakan di SMAN 72 mengguncang dunia pendidikan. Sebagai langkah antisipatif, Dinas Pendidikan (Dispendik) DKI menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 38/SE/2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Keamanan di Satuan Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Dispendik DKI Jakarta Nahdiana menuturkan, ada beberapa hal yang akan dilakukan pihaknya maupun sekolah. Pertama, melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Kedua, memberikan edukasi kepada seluruh warga sekolah untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan bekerja sama antarwarga sekolah tanpa membedakan latar belakang, suku, agama, ras, maupun status sosial.

“Selanjutnya, warga sekolah diimbau untuk tidak mudah percaya dan terprovokasi pada hal yang dapat membahayakan keamanan," terangnya. Nahdiana juga mengimbau guru, wali kelas, dan orang tua memberikan pendampingan kepada peserta didik agar tetap fokus mengikuti kegiatan belajar. Dispendik DKI juga mendorong peningkatan komunikasi antara orang tua, masyarakat, dan pihak terkait dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar.

 

Gus Ipul Jenguk Korban

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjenguk para korban ledakan yang tengah dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih, kemarin (9/11). Dia didampingi Direktur Utama RSI Cempaka Putih Pradono Handojo dan Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini. Di Ruang Multazam, Gus Ipul menyapa siswa berinisial FR yang mengalami luka di telinga dan mata. “Kamu sudah kelihatan lebih sehat ya. Dua hari lagi pulang Insya Allah kalau kamu semangat,” kata Gus Ipul. “Semangat karena mau masuk sekolah lagi,” jawab FR.

Menurut Gus Ipul, kondisi para korban berangsur membaik. Bahkan, ada yang sudah siap pulang ke rumah. “Di sini (RSI Cempaka Putih) ada 13 pasien, dua masih di ICU, sisanya di paviliun kamar perawatan. Insya Allah sore ini pun juga sudah ada yang bisa kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan lebih sehat,” kata Gus Ipul.

Ia menambahkan, Kementerian Sosial akan memberikan dukungan lanjutan berupa rehabilitasi sosial, pemulihan psikososial, hingga akses program pemberdayaan jika dibutuhkan. “Tim kami bersama orang tua akan secara rutin bertemu. Kita akan lakukan asesmen, termasuk dengan KPAI,” jelasnya.

Sementara itu, Komisioner KPAI Diyah Puspitarini menyampaikan bahwa proses pembelajaran bagi para siswa akan difasilitasi secara daring mulai pekan depan. Pendampingan psikososial juga akan diberikan sebelum mereka kembali ke sekolah. “Mulai minggu depan anak-anak tetap belajar walaupun sementara secara online,” ujar Diyah. (jpc/yog/rya/mia/oni)

Editor : Hanif
#dispendik #dki #Kewaspadaan #Keamanan Sekolah #mabes polri #Bahan Peledak #SMAN 72