Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Presiden Lantik Arif Satria Sebagai Kepala BRIN, Fokus Majukan Riset Pangan, Energi, dan Air

Hanif PP • Selasa, 11 November 2025 | 09:40 WIB
Arif Satria
Arif Satria

PONTIANAK POST - PRESIDEN Prabowo Subianto  melantik Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian di Istana Negara kemarin (10/11). Pengangkatan kedua pejabat tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden 123/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BRIN.

Arif mengatakan, penugasan sebagai Kepala BRIN diterima beberapa jam sebelum upacara pelantikan dihelat. Dia dihubungi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. ”Saya belum pernah bertemu dengan Bapak Presiden membahas soal ini ya. Jadi baru tadi dihubungi oleh Pak Seskab tadi 12.30, bahwa hari ini ada penugasan untuk saya dan bidang yang ditugaskan sesuai dengan  yang selama ini saya geluti,” ujarnya seusai dilantik.

Meski tak sempat bertemu langsung untuk membicarakan jabatan barunya, Arif menyebut, pihaknya sudah sering berinteraksi dengan  Prabowo dalam berbagai forum. Dari pertemuan itu, dia memahami arah besar kebijakan riset nasional yang diinginkan presiden. ”Insyaallah BRIN akan mengawal program-program prioritas dari Bapak Presiden terkait dengan soal pangan, energi, dan air. Saya kira tiga bidang itulah yang perlu didukung oleh riset dan inovasi yang baik,” terangnya.

Menurut Arif, riset dan inovasi adalah fondasi kemajuan ekonomi bangsa. Negara-negara dengan kekuatan riset yang tinggi, terbukti memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik. ”Kalau semakin tinggi global score innovation index, hampir pasti GDP per kapitanya juga akan tinggi. Jadi, mau tidak mau kita harus menggenjot bidang R&D,” tutur Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

 

Konsolidasi Nasional

Dalam waktu dekat, Arif akan memfokuskan langkah BRIN pada konsolidasi nasional riset dan inovasi. Konsolidasi itu dilakukan baik secara horizontal, dengan kementerian dan lembaga, maupun vertikal, ke daerah. ”Secara horizontal tentu kami harus membangun sinergi dengan Kemendiktisaintek, perguruan tinggi, dan juga Danantara. Sementara secara vertikal, badan riset inovasi daerah harus benar-benar diperkuat agar mampu menyelesaikan masalah-masalah lokal,” paparnya.

Arif juga mendorong percepatan pembangunan science techno park di setiap provinsi sebagai penghubung antara dunia riset dan industri. ”Kalau setiap daerah punya science techno park, itu akan menjadi pilar ekonomi daerah. Karena di situ riset bisa langsung berjumpa dengan dunia usaha,” ujarnya.

Dia menambahkan, BRIN tak hanya berfungsi sebagai lembaga penelitian, tetapi juga think tank pemerintah dalam mengambil kebijakan. ”Sehingga kebijakan yang kita ambil berbasis pada sains yang kuat dan hasil riset yang kredibel,” katanya.

Salah satu perhatian utama Arif adalah memperkuat riset di bidang pangan, energi, dan air. Itu adalah tiga isu yang menurutnya menjadi tantangan strategis masa depan.

Namun, dia tak menutup mata terhadap kendala klasik di dunia riset. Terutama minimnya pendanaan. ”Dana memang salah satu faktor penting yang harus terus diperjuangkan, karena kalau kita tahu dana penelitian di negara lain itu besar sekali,” ucapnya.

Meski begitu, dia optimistis dengan peluang kolaborasi yang ada. Menurut Arif, kemitraan dengan lembaga pendanaan seperti Danantara serta keterlibatan industri akan memperkuat pembiayaan riset nasional. ”Industri tanpa inovasi yang kuat, tanpa R&D yang kuat, akan berat,” terangnya. (lyn/aph)

Editor : Hanif
#penguatan #arif satria #Kolaborasi #energi #Presiden Prabowo #kepala brin #Riset Pangan #fokus