PONTIANAK POST - Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Dr Rasiam memaparkan muatan ekonomi dan keuangan syariah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada kegiatan Guest Lecture internasional di Jambi beberapa waktu lalu.
Forum bergengsi ini dihadiri oleh delegasi dari Malaysia, Thailand, dan Oman, serta para dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam se-Indonesia dan mahasiswa FEBI.
"Integrasi ekonomi dan keuangan syariah ke dalam kebijakan pembangunan nasional dan daerah sangan penting sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam," kata Dr Rasiam.
Surat Edaran Kemendagri nomor tentang Kolaborasi Lintas Urusan Daerah Dalam Rangka Pengembangan Ekonomi Syariah di Daerah menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memuat ekonomi syariah berupa keuangan syariah (bank dan BPR Syariah), Keuangan Sosial Syariah (Zakat dan Wakaf), dan Halal Value Chain (industri, fesyen, dan wisata halal).
Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) khusus Fakultas FEBI bisa menjadi mitra strategis khususnya dibidang pengembangan literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah melalui pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Ribuan mahasiswa FEBI menjadi motor penggerak. (*)
Editor : Miftahul Khair