PONTIANAK POST – Tak hanya Nahdlatul Ulama (NU) dan berbagai pihak lain yang menegur Mohammad Elham Yahya Luqman. Pendakwah 24 tahun itu juga sudah ditegur keluarga besarnya.
Keluarga, kata M. Agung Musa Al Maliki, kakak Elham, sudah menegur yang bersangkutan secara langsung. Terutama dari orang tuanya, KH. Luqman Arifin Dhofir dan Hj. Ernisa Zulfa Al Hafidz, pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas 1, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Tidak hanya itu, anak kedua dari tiga bersaudara itu juga mendapat teguran para kiai.
Teguran dari banyak pihak itu, tutur Agung, sudah dilayangkan jauh sebelum video sang adik mencium anak kecil ramai menjadi sorotan di berbagai platform. “Adik saya juga sudah mulai memperbaiki diri setelah mendapat teguran,” lanjut Agung, kemarin (13/11).
Di berbagai platform ramai beredar cuplikan-cuplikan saat dirinya mencium sejumlah anak. Publik menghujani unggahan itu dengan kritik keras. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyebut aksi main cium itu merendahkan martabat manusia dan termasuk pelanggaran serius.
“Itu menodai nilai-nilai dakwah sendiri yang seharusnya memberikan teladan melalui sikap dan lakunya kepada umat,” kata Ketua PBNU Alissa Wahid.
Kehilafan Pribadi
Elham sudah menyampaikan klarifikasi lewat akun Instagram dakwahnya, @mtibadallah. Memakai kemeja cokelat, dia menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Dia juga berjanji akan memperbaiki diri dan berdakwah melalui cara-cara yang lebih bijak.
“Saya mengakui hal tersebut sebagai kekhilafan pribadi,” katanya dalam video reels berdurasi 1 menit 2 detik itu.
Tapi, Elham tidak bersedia ditemui. Alasannya, sedang sakit. Pesan itu disampaikan oleh salah seorang santrinya saat wartawan mendatangi rumahnya di Desa Kaliboto, Tarokan, Kabupaten Kediri.
Agung juga menyampaikan permohonan maaf. “Saya, perwakilan dari keluarga Gus Elham, menyampaikan satu, ucapan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan, ketidaknyamanan, apa yang sudah terjadi,” ujar sulung dari tiga bersaudara itu.
Lebih jauh Agung mengaku menyayangkan dan menyesalkan karena video-video lama itu beredar lagi setelah sang adik justru mulai berubah secara bertahap. “Sudah mulai mengubah diri, mengubah perilaku, kemudian di akhir-akhir videonya mulai viral. Kami juga menyayangkan itu, maka dalam hati yang paling dalam selaku keluarga kami memohon maaf sebanyak-banyaknya,” tuturnya.
Sementara itu, meski Elham tengah jadi banyak sorotan negatif, kegiatan mengaji rutinan yang berlangsung Kamis malam tetap berjalan. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebut, kegiatan itu tetap dipimpin pendakwah kelahiran Kabupaten Kediri 8 Juli 2001 itu.
Majelis taklim yang dipimpinnya bernama Ibadallah. Lokasinya di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan. Di tempat tinggal Elham tersebut juga ada makam sang kakek, Kiai Mudhofir Ilyas, pendiri Pondok Al Ikhlas Kaliboto. Elham memimpin pengajian di sana sejak 2023. (em/ut/ttg)
Editor : Hanif