Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemerintah Siapkan APBN untuk Bangun Ulang Musala Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo

Hanif PP • Sabtu, 15 November 2025 | 10:14 WIB

 

Menteri Agama Nasaruddin Umar
Menteri Agama Nasaruddin Umar

PONTIANAK POST - Pembangunan ulang musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al- Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambruk pada 29 September lalu, segera terwujud. Pemerintah memastikan akan mengucurkan anggaran dari APBN.

“Benar, nanti akan dijelaskan lebih lanjut,” kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar seusai menghadiri peluncuran Peta Jalan Penguatan Moderasi Beragama 2025-2029 di Jakarta, kemarin (14/11).

Menurutnya, pembangunan ulang bakal dikawal tim ahli dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan keamanan struktur bangunan. Seperti diketahui, bangunan tiga lantai di tengah kompleks Ponpes Al-Khoziny itu ambruk saat dilaksanakannya salat Ashar. Akibatnya, 67 santri meninggal dunia serta 103 lainnya luka-luka.

Kepastian anggaran negara untuk pembangunan Pesantren Al-Khoziny juga ditegaskan Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said. Ia menegaskan pembangunan ulang akan dilakukan pada 2025.

 “Insya Allah, dalam waktu dekat akan dilakukan groundbreaking Pondok Pesantren Al-Khoziny yang pendanaannya bersumber dari APBN. Memastikan dulu administrasinya, seperti apa posisi tanahnya, kemudian hal lainnya harus dipastikan dulu. Tetapi insya Allah akan dilakukan groundbreaking di 2025 ini,” katanya.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, juga buka suara soal rencana pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny.  Ditemui setelah mengisi kuliah umum di Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, Jumat (14/11), Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny kemungkinan akan menggunakan APBN.

"Insya Allah pakai APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Namun memang belum (mengajukan ke Kementerian Keuangan), kita lagi menghitung, proses teknokratisnya kita selesaikan dahulu," tutur Hanggodo.

Ketika ditanya mengenai besaran anggaran yang akan diajukan ke Kemenkeu , Hanggodo mengaku belum bisa menyampaikan, karena perhitungan masih dilakukan. 

"Belum dibicarakan, karena itu prosesnya lagi berjalan. Ada kajian, detail engineering design (DED), dan seterusnya. Setelah itu baru kita mengajukan anggaran ke Kemenkeu. Sekarang masih proses," imbuhnya.

Menurut Hanggodo, pembangunan ulang gedung Pondok Pesantren Al Khoziny perlu disegerakan, mengingat hampir dua ribu santri yang sebelumnya belajar di pesantren itu kini mengalami kesulitan karena gedung ambruk.

"Karena kan di situ ada hampir dua ribuan santri (Ponpes Al Khoziny) yang hari ini kesulitan untuk mendapatkan akses pendidikan karena sekolahnya roboh. Kita upayakan secepatnya," ucap Hanggodo. (wan/ant)

 

Editor : Hanif
#pembangunan ulang #Nassarudin Umar #sidoarjo #Anggaran APBN #Ponpes Al Khoziny