Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

PBNU Sepakat Islah, Tak Ada Pemakzulan: Konflik Diselesaikan di Pesantren Lirboyo Kediri

Hanif PP • Selasa, 25 November 2025 | 06:38 WIB

 

YAHYA CHOLIL STAQUF, Ketua Umum PBNU
YAHYA CHOLIL STAQUF, Ketua Umum PBNU

PONTIANAK POST – Tenggat waktu tiga hari yang diberikan Syuriah kepada Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf berakhir kemarin. Namun, Gus Yahya --sapaan Yahya Cholil Staquf-- kembali menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya.

Jajaran Katib Aam PBNU sendiri menganggap pemakzulan tidak perlu dilanjutkan. Sejumlah kiai NU juga sepakat diadakan islah (perdamaian) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. 

Penegasan itu disampaikan Katib Aam PBNU KH Amin Sa'id Husni setelah pertemuan alim ulama di kantor PBNU, Senin (24/11) dini hari.

Kiai Amin mengatakan, ada tiga poin keputusan dalam pertemuan itu. "Semua mengusulkan agar ada silaturahim yang lebih besar diantara para alim, para kiai, dalam rangka Islahulatil Bayyumu," katanya.

Keputusan kedua adalah kesepakatan bahwa kepengurusan PBNU harus selesai sampai satu periode penuh. Tidak ada yang diberhentikan di tengah jalan. Pengurus yang berjalan saat ini tinggal sekitar satu tahun ke depan.

"Semuanya, tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri, semua sepakat begitu," jelasnya. Lalu keputusan yang ketiga adalah semua pihak bersepakat melakukan tafakur atau perenungan demi kebaikan bersama. Khususnya kebaikan warga NU di seluruh Indonesia.

"Jadi sekali lagi, tidak ada pengunduran dan tidak ada pemaksaan pengunduran diri," tandasnya. Semua organ  PBNU, mulai dari Rais Aam, Syuriah, dan jajaran Tanfidziyah harus tetap berjalan seperti biasa sampai muktamar selanjutnya.

Kiai Amin mengatakan, jika ada pergantian pengurus, harus dilakukan lewat agenda muktamar, sebagaimana diatur dalam AD/ART organisasi.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyampaikan sejumlah pernyataan. Pada intinya dia menekankan tetap sebagai Ketua Umum PBNU. Gus Yahya juga menyampaikan, forum silaturahmi alim ulama memutuskan pertemuan akbar akan digelar di pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. "Waktunya belum ditentukan," katanya. Namun diharapkan pertemuan tersebut bisa segera dilaksanakan.

 

Ponpes Lirboyo Siap Memediasi

Dari Kediri, Pondok Pesantren Lirboyo menyatakan kesediaannya untuk jadi tuan rumah pertemuan para ulama NU.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kiai Athoillah Anwar, salah satu pengasuh Ponpes Lirboyo melalui Juru Bicara Pesantren Lirboyo Oing Abdul Muid Shohib atau Gus Muid. Menurut dia, pertemuan para ulama NU di Ponpes Lirboyo itu digelar untuk merajut kembali ukhuwah nahdliyyah. “Di tengah keprihatinan atas situasi organisasi saat ini,” ungkap Gus Muid.

Lebih jauh Gus Muid mengatakan, rencana pertemuan para ulama di Ponpes Lirboyo itu sudah mendapat restu dari Pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Anwar Manshur serta Kiai Kafabihi Mahrus. “Sedaya (semua) prihatin dengan kondisi NU sak menika (sekarang),” lanjut Gus Muid.

Para kiai sepuh, menurutnya juga prihatin atas terjadinya dinamika di internal NU tersebut. Karena itu, Ponpes Lirboyo bersedia menghelat forum. Syaratnya, pertemuan dihadiri oleh kedua belah pihak yang berkepentingan.

 

Gandeng Kiai Sepuh dan Mustasyar

KH Hasib Wahab Chasbullah, putra pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dari Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, menyampaikan keprihatinannya atas polemik yang terjadi di internal PBNU. Ia berharap persoalan tersebut segera diselesaikan tanpa adanya pemberhentian terhadap Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

Gus Hasib menilai, pemberhentian ketua umum akan menjadi preseden buruk bagi organisasi. Karena itu, ia berinisiatif menjembatani penyelesaian persoalan antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Dalam waktu dekat, ia akan membangun komunikasi dengan zuriah serta para kiai sepuh guna membantu proses penyelesaian. ”Insya Allah sebagai zuriah putra putri dan cucu cucu pendiri dalam waktu dekat akan musyawarah, kita akan berusaha mengislahkan, dengan muhtasar dan kiai kiai sepuh,” ujarnya kepada Radar Jombang Grup Jawa Pos.

Gus Hasib menambahkan, ia akan mengajak putra-putri serta cucu pendiri NU untuk turut membantu proses islah, termasuk menggandeng para kiai sepuh dan jajaran Mustasyar PBNU agar persoalan ini segera selesai.  (wan/mia/ang/naz/ais/ut/oni)

Editor : Hanif
#kediri #pertemuan ulama #PBNU #pemakzulan #islah #konflik internal #pesantren lirboyo #yahya cholicl staquf