Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemerintah Beri Kado di Hari Guru: Beasiswa, Insentif Naik, dan Perlindungan Hukum

Hanif PP • Rabu, 26 November 2025 | 10:07 WIB

 

HARI GURU: Mendikdasmen Abdul Mu
HARI GURU: Mendikdasmen Abdul Mu

PONTIANAK POST - Pemerintah membagikan sejumlah kado untuk para guru tepat di peringatan Hari Guru Nasional (HGN), kemarin (25/11). Mulai beasiswa S-1, kenaikan insentif guru honorer, sampai perlindungan hukum.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan beasiswa S-1 per bulan Rp 3 juta bakal diberikan kepada 150 ribu guru. Insentif guru honorer juga akan dinaikkan dari semula Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu tahun depan.

Mu’ti menambahkan, dia juga sudah meneken nota kesepahaman dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Untuk perlindungan guru, MoU dengan Kapolri. Jadi, jika ada laporan terhadap guru dapat diselesaikan melalui restorative justice,” tutur Mu’ti saat memimpin peringatan Hari Guru Nasional di Balai Kota Surabaya kemarin.

Salah satu kasus paling menonjol terkait kriminalisasi guru dialami Supriyani, guru honorer SDN 4 Baito, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Dia diseret ke pengadilan karena didakwa melakukan penganiayaan terhadap siswanya yang merupakan anak polisi.

Namun, hakim Pengadilan Negeri Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, akhirnya memutus bebas Supriyani persis setahun lalu (26/11/2024). Hakim menyatakan, Supriyani tidak terbukti bersalah melakukan penganiayaan.

Mu’ti berharap, dengan adanya restorative justice atau keadilan restoratif (pendekatan dalam sistem peradilan pidana yang berfokus pada pemulihan kerugian dan rekonsiliasi antara pelaku, korban, dan masyarakat, bukan hanya pada hukuman atau pembalasan, red), para guru lebih fokus dalam mendidik. “Tidak hanya berkutat pada pelaporan kasus kriminalisasi guru yang marak terjadi. Guru bisa fokus mendidik dan mencerdaskan anak bangsa,” katanya.

 

Prioritaskan Kualitas dan Kesejahteraan

Menurut Mu’ti, sejumlah program peningkatan kesejahteraan guru serta kualitas pendidik memang menjadi prioritas tahun depan, di antaranya melalui pelatihan koding serta memperbanyak pembelajaran mendalam. “Melanjutkan kebijakan yang sebelumnya, yakni dengan memberikan pelatihan kepada guru,” ujarnya.

Sarana dan prasarana sekolah juga terus ditingkatkan. Program revitalisasi sekolah tahun depan anggarannya memang turun menjadi Rp 14 triliun dari sebelumnya Rp 16 triliun. “Tapi, revitalisasi tetap berjalan. Tahun depan targetnya 11 ribu sekolah yang akan direvitalisasi,” tuturnya.

Terpisah, saat memimpin peringatan HGN di kantor kementeriannya di Jakarta, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, saat ini kesejahteraan guru di bawah Kemenag semakin baik. Khususnya lewat program sertifikasi guru atau pendidikan profesi guru (PPG).

Menag memaparkan, ada kemajuan besar dalam pelaksanaan PPG di Kemenag. Jumlah peserta meningkat dari 41 ribu pada 2023–2024 menjadi lebih dari 300 ribu pada 2025, alias mengalami kenaikan sekitar 620 persen.

“Ini menunjukkan bahwa seluruh guru di bawah naungan Kementerian Agama memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan pengakuan profesional,” paparnya.

Selain itu, sebanyak 588 ribu guru telah menerima tunjangan profesi guru. Kemudian, ada 52 ribu guru honorer telah diangkat menjadi P3K dalam tiga tahun terakhir.

Ketua DPR RI, Puan Maharani mengatakan komitmen guru tidak akan maksimal tanpa negara memperhatikan serius terhadap kesejahteraan dan kondisi kerja mereka.

“Guru adalah fondasi peradaban bangsa. Mereka membutuhkan dukungan penuh negara agar dapat menjalankan tanggung jawab yang semakin kompleks," kata Puan, ketika dikonfirmasi dalam rangka Hari Guru Nasional 2025.

Menurut dia, masih banyak guru yang bekerja dengan beban berat, menerima penghasilan tidak layak, ditempatkan di daerah terpencil tanpa fasilitas pendukung, namun tetap dituntut menjadi teladan moral dan akademik.

Untuk itu, dia pun mendorong peningkatan kesejahteraan guru, terutama honorer dan guru di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Menurut dia, guru perlu diberi pelatihan untuk menghadapi tantangan zaman, termasuk literasi digital.

Dia mengatakan bangsa yang kuat adalah bangsa yang dibangun oleh guru yang kuat. Sebagai tiang penyangga moral generasi muda, menurut dia, negara harus memastikan para guru tidak berjalan sendirian.

"Komitmen guru adalah tiang penyangga moral generasi muda," kata dia.

Dia pun mengapresiasi setinggi tingginya kepada seluruh guru di Indonesia dalam momentum Hari Guru Nasional ini. Dia berharap peran guru semakin memperkuat sekolah sebagai lingkungan yang aman.

Hari Guru tahun ini, kata dia, mengusung tema ‘Guru Hebat, Indonesia Kuat’. Menurut dia, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi pengingat nyata bahwa daya tahan bangsa ditentukan oleh kekuatan moral, karakter, dan keteguhan guru dalam membimbing generasi muda. (ata/ida/mia/ant)

Editor : Hanif
#perlindungan hukum #kado #hari guru #pemerintah #Hari Guru Nasional 2025