Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Relawan Tiongkok Datang ke Aceh, Bantu Cari Korban Tertimbun Lumpur Selama 30 Hari

Hanif PP • Senin, 8 Desember 2025 | 09:57 WIB

 

RELAWAN: Pemprov Aceh mendatangkan lima relawan asal tiongkok untuk membantu pencarian korban banjir bandang yang masing tertimbun.
RELAWAN: Pemprov Aceh mendatangkan lima relawan asal tiongkok untuk membantu pencarian korban banjir bandang yang masing tertimbun.

PONTIANAK POST - Pemerintah pusat masih bersikeras tak meminta bantuan internasional. Namun, pemerintah Aceh sudah melangkah lebih dulu. Mereka mendatangkan lima relawan asal Tiongkok dari tim rescue Blue Sky untuk membantu pencarian korban yang masih tertimbun lumpur di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor.

Dengan status darurat bencana yang berlaku sejak 28 November, pemerintah Aceh sebelumnya juga telah menerima bantuan obat-obatan dari Malaysia. Mengenai kedatangan kelima relawan, mengutip Rakyat Aceh, kemarin (7/12), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh sudah memastikan sesuai prosedur keimigrasian.

Kepala Kanwil Imigrasi Aceh Tato Juliadin Hidayawan mengatakan, kelima warga negara Tiongkok itu tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) pada Kamis (4/12) pekan lalu menggunakan maskapai AirAsia. Mereka masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa kunjungan saat kedatangan (VKSK).

“Mereka tergabung dalam tim rescue Blue Sky dan datang atas undangan pemerintah Aceh untuk membantu pencarian korban bencana,” kata Tato kepada awak media.

Setibanya di Aceh, para relawan disambut oleh staf khusus Gubernur Aceh di ruang VIP Bandara SIM. Mereka juga membawa peralatan khusus untuk mendeteksi keberadaan jenazah yang masih tertimbun lumpur di lokasi bencana.

Tato menegaskan, seluruh aktivitas para relawan asing ini berada dalam pengawasan pihaknya. “Petugas di bandara langsung melakukan pelaporan dan selanjutnya pengawasan dilakukan bidang pengawasan dan penindakan keimigrasian Kanwil Aceh,” ujarnya.

Misi Kemanusiaan

Ia menambahkan, meski diawasi, pihaknya tetap memberikan prioritas mengingat para relawan datang untuk misi kemanusiaan. Adapun izin tinggal VKSK memungkinkan mereka berada di Indonesia selama 30 hari dan dapat diperpanjang sekali lagi selama 30 hari.

Terkait peralatan khusus yang dibawa tim tersebut, Tato menyebut, proses perizinannya berada dalam kewenangan Bea Cukai. “Kami hanya mengurus orangnya saja,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengatakan, para relawan telah bertemu dengan dirinya di Pendapa Gubernur Aceh pada Sabtu (6/12). “Tim dari China, lima orang, datang untuk mendeteksi mayat yang ada di dalam lumpur. Mereka punya alat untuk mengambil jenazah yang masih tertimbun,” ujar Mualem.

Ia menyebut, tim tersebut akan diterjunkan ke wilayah paling parah terdampak banjir dan longsor di pesisir timur Aceh. “Di Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang masih banyak jenazah yang tertimbun lumpur setinggi sepinggang. Mereka membawa alat untuk membantu kita,” kata Mualem. (sep/ttg)

Editor : Hanif
#longsor #korban #aceh #Bantu #relawan #tiongkok #banjir