Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mobil Pengangkut MBG Tabrak Siswa di Kalibaru, 21 Orang Jadi Korban

Hanif PP • Jumat, 12 Desember 2025 | 09:23 WIB

 

Sejumlah Polisi dari satuan Inafis melakukan olah TKP mobil yang menabrak puluhan siswa di depan SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Kejadian tersebut mengakibatkan korban sebanyak 19 orang yang terdiri dari murid dan guru luka-l
Sejumlah Polisi dari satuan Inafis melakukan olah TKP mobil yang menabrak puluhan siswa di depan SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Kejadian tersebut mengakibatkan korban sebanyak 19 orang yang terdiri dari murid dan guru luka-l

PONTIANAK POST – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyulut masalah. Kali ini bukan keracunan makanan seperti yang pernah menimpa ribuan siswa. Kemarin (11/12) mobil pengangkut sajian MBG menabrak kerumunan siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Akibatnya, 21 orang menjadi korban. Lima di antaranya dirawat di RSUD Koja dan 16 lainnya dilarikan ke RSUD Cilincing.

Insiden mengejutkan itu terjadi sekitar pukul 06.38 WIB. Saat itu, para guru sedang menyiapkan barisan siswa untuk kegiatan literasi pagi di halaman sekolah. Berdasar rekaman CCTV, para siswa tampak duduk bersila dan diawasi beberapa orang guru. Tiba-tiba, mobil Daihatsu Gran Max warna putih masuk menerobos pagar dengan kencang. Para siswa dan guru yang posisinya dekat pagar langsung ditabrak dengan keras. Kepanikan pun terjadi. Para siswa dan guru berlarian menyelamatkan diri. Beberapa siswa tampak terjepit hingga masuk ke kolong mobil bernopol B 2093 UIU itu.

Setelah mobil berhenti, sejumlah orang berupaya menolong korban yang berada di kolong mobil. Sebagian lainnya menolong siswa yang terpental dan tergeletak di lapangan.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jakarta Utara Sahrul Gunawan Siregar menyebut, pengemudi kendaraan bukan sopir tetap. “Sopir kendaraan bukan sopir sebenarnya, tapi sopir pengganti. SPPG tersebut berada di bawah Yayasan Darul Esti,” ujarnya. Sopir MBG sudah diamankan polisi. Inisialnya AI, warga Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut. Dia memastikan BGN mendukung penuh proses investigasi kepolisian untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya turun langsung ke lokasi kejadian dan rumah sakit untuk memastikan penanganan korban berjalan cepat. “Kami berkoordinasi dengan sekolah, kepolisian, dan fasilitas kesehatan agar semua korban mendapat penanganan maksimal,” katanya. Dia menegaskan seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung BGN. “Semua korban kami tempatkan di kelas 1 RSUD, dan seluruh biayanya ditanggung BGN,” imbuhnya. Sony memastikan insiden tersebut tidak menghambat operasional Program MBG.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menyatakan  terpukul atas kejadian itu. “Prioritas kami memastikan seluruh korban mendapat perawatan terbaik dan memberikan dukungan kepada keluarga,” ujarnya. Selain itu, BGN juga memperketat standar keselamatan, termasuk verifikasi sopir, penyedia armada, dan kedisiplinan SOP.

Gubernur Jakarta Sambangi Korban

Insiden itu mengundang keprihatinan dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dia langsung membesuk para korban di RS. ''Padahal, pagar sekolah tertutup rapat. Namun mobil tetap masuk dan menabrak murid dan guru yang sedang dikumpulkan untuk proses literasi,'' terangnya.

Saat tiba di RSUD Koja, Pramono langsung menemui lima korban yang terdiri dari satu guru dan empat siswa. ''Saya sudah lihat lima yang di (RSUD) Koja ini, mudah-mudahan tidak ada hal yang lebih parah dari itu. Saya sudah instruksikan RSUD Koja dan Cilincing memberikan layanan terbaik, termasuk tindakan bedah bila diperlukan. Seluruh biaya ditanggung Pemprov DKI,'' katanya.

Selain Pramono, Wakil Gubernur DKI Rano Karno dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri juga menjenguk korban. Mereka menegaskan tidak ada korban yang meninggal akibat insiden tersebut. Namun, ada korban yang harus menjalani operasi. Pertama, seorang guru yang kakinya patah. ''Tadi, kami sudah ketemu dan beliau sadar. Insya Allah segera dioperasi,'' terang Rano Karno.

Selain guru itu, satu dari empat anak yang dirawat di RSUD Koja itu juga akan menjalani operasi. ''Saya tidak ingin menutup-nutupi karena dampaknya itu ke muka (wajah). Tadi, bertemu dokter bedah juga bilang tidak ada masalah otak. Cuma karena dagunya harus ortopedi khusus,'' imbuhnya.

Di lokasi yang sama, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep menyebutkan, sopir mobil pengantar MBG itu telah diamankan di Polres Jakarta Utara dan sedang diperiksa. Informasi yang diterima Jawa Pos, kecelakaan terjadi karena sopir salah menginjak pedal gas. Padahal, niatnya ingin menginjak pedal rem. Meski demikian, Kapolda belum mau menjelaskan penyebab kecelakaan itu. “Kami tidak mau berspekulasi soal penyebab. Ini sedang berproses, hasilnya akan kami update,'' katanya.

Polda Metro Jaya juga disebutkannya akan mendirikan posko pelayanan untuk keluarga korban serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, polisi juga disebutkannya sedang menyiapkan program trauma healing bagi anak didik dan guru di SDN 01 Kalibaru tersebut. (rya/lyn/oni)

Editor : Hanif
#Mbg #korban #jakarta utara #Salah injak pedal gas #Mobil Pengangkut #Kerumunan Siswa #Menabrak