PONTIANAK POST – Datang dengan status juara bertahan, Indonesia U-22 malah kandas di penyisihan grup SEA Games 2025. Kepastian itu diperoleh setelah hanya menang 3-1 atas Myanmar U-22 di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Thailand, tadi malam (12/12).
Kemenangan itu tak cukup menempatkan tim asuhan Indra Sjafri sebagai runner-up terbaik. Raihan angka (3) dan agregat gol (+1) memang sama dengan Malaysia. Namun, Malaysia unggul dalam agresivitas mencetak gol (4-3) dibandingkan Indonesia (3-2).
Ini hasil terburuk Garuda Muda di SEA Games sejak edisi 2009. Ketika itu, Indonesia juga kandas di fase grup. Dari edisi 2011-2023, Garuda Muda selalu minimal lolos ke semifinal, dengan puncaknya merebut emas dua tahun lalu. Itu emas sepak bola pertama di SEA Games sejak 1991.
Padahal, target yang dibebankan kepada Ivar Jenner dkk adalah medali perak. Hasil ini juga sangat kontras bagi Indra Sjafri. Sebab, dia juga yang menakhodai skuad 2023.
Dua tahun lalu, dia dielu-elukan bak pahlawan. Bahkan, wajahnya dipampang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sebagai bentuk penghormatan.
Kini dia harus bersiap menghadapi derasnya kritik. Kritik bahkan sudah banyak mengalir setelah kekalahan 0-1 dari Filipina di laga pertama. Kekalahan itulah yang membuat Indonesia harus menang dengan minimal selisih tiga gol saat melawan Myanmar tadi malam.
Namun, gawang Indonesia malah kebobolan lebih dulu pada menit ke-29 lewat kaki Min Maw Oo. Sedangkan tiga gol Indonesia ke gawang Myanmar dicetak Toni Firmansyah (45’) dan Jens Raven (89’ + 90+6’). (fiq/ttg)
Editor : Hanif