Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gus Yahya Usulkan Dialog Terbuka, Kubu Pj Ketum PBNU Tunjuk Mohammad Nuh Jadi Katib Aam

Hanif PP • Senin, 15 Desember 2025 | 10:35 WIB

 

Gus Yahya
Gus Yahya

PONTIANAK POST – Rapat harian gabungan Syuriah dan Tanfidziah PBNU “kubu Sultan” (merujuk tempat mereka menggelar rapat pleno pada 9 Desember lalu di Hotel Sultan, Jakarta, red) memutuskan mengangkat Mohammad Nuh sebagai Katib Aam. Ia menggantikan Akhmad Said Asrori yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

Nuh sebelumnya menjabat Rais Syuriah. Adapun Said Asrori diketahui berada di kubu Ketua Umum PBNU versi Kramat, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Said sempat menegaskan bahwa keputusan Rapat Pleno PBNU Sultan tidak sah. Alasannya, para kiai sepuh yang sebelumnya bertemu di Tebuireng telah sepakat kepengurusan PBNU harus diselesaikan hingga satu periode, yang muktamarnya masih sekitar satu tahun lagi.

Hadir dalam rapat gabungan tersebut antara lain Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam Afifuddin Muhajir, Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU Zulfa Mustofa, Ketua PBNU Chaerul Saleh Rasyid, Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif, serta Wakil Sek-retaris Jenderal PBNU Imron Rosyadi Hamid. Nuh juga hadir dalam rapat yang digelar di Gedung PBNU lantai 4, Jakarta Pusat, Sabtu (13/12).

Wakil Ketua Umum PBNU Moh. Mukri mengungkapkan, rotasi tersebut dilakukan dalam rangka penyegaran organisasi setelah rapat pleno PBNU yang menunjuk Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum. “Di an-tara hasil yang disepakati adalah adanya reposisi Katib Aam. Jadi, Katib Aam PBNU sejak hari ini adalah Prof. Dr. H. Mohammad Nuh,” tuturnya dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (14/12).

Mukri menambahkan, selain reposisi Katib Aam, rapat juga menyepakati reposisi sejumlah pengurus lainnya. Namun, detail reposisi itu akan diserahkan kepada tim yang diketuai langsung oleh Rais Aam dan Penjabat Ketua Umum PBNU.

Lebih lanjut, dia mengung-kapkan, rapat tersebut juga memutuskan pembentukan panitia penyelenggara Musyawarah Nasional (Munas) dan peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama versi Masehi. “Dalam Munas nanti, salah satu fokus pembahasan adalah persiapan penyelenggaraan Muktamar NU,” katanya.

Sementara itu, pada Kamis (11/12), PBNU kubu Kramat juga telah menggelar rapat koordinasi. Dalam keterangan resminya, Sabtu, Gus Yahya menyatakan komitmennya untuk menjaga martabat organisasi dan mengedepankan persatuan warga NU.

Menurut dia, dialog yang tulus dan terbuka menjadi jalan paling terhormat untuk menyelesaikan perbedaan. Dia juga mengimbau seluruh jajaran pengurus NU di semua tingkatan tetap tenang dan menjaga persatuan. (mia/ttg)

Editor : Hanif
#dialog terbuka #mohammad nuh #gus yahya #PBNU #Katib Aam #Pj Ketum PBNU