PONTIANAK POST - Kepedulian yang tumbuh dari Kalimantan Barat kini telah sampai ke Aceh Tamiang Pulau Sumatra. Dompet Ummat Kalbar bekerja sama dengan Pontianak Post, telah mendistribusikan bantuan kemanusiaan #Dari Kalbar untuk Sumatera bagi warga terdampak banjir. Mulai dari pemasangan WiFi dan genset, penyediaan air bersih, hingga terpal sebagai pelindung sementara di masa pemulihan.
Hampir tiga pekan lamanya, Dusun Damai, Desa Banai, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, berada dalam senyap. Banjir yang datang bukan hanya merendam rumah warga, tetapi juga memutus aliran listrik, jaringan komunikasi serta kelangkaan air bersih. Di tengah keterbatasan itu, warga hanya bisa mengandalkan kabar dari mulut ke mulut, menunggu kepastian, dan berharap keadaan segera membaik.
Hari-hari pascabanjir dilalui dengan penuh kesabaran. Ponsel yang biasanya menjadi penghubung dengan keluarga dan dunia luar, berubah menjadi benda tak bernyawa karena tak ada daya dan sinyal. Kekhawatiran bertambah ketika warga tak bisa memantau informasi terkini, termasuk perkembangan kondisi wilayah mereka sendiri.
Di tengah situasi itulah secercah harapan datang. Tim Relawan dari Dompet Ummat Kalbar hadir di Dusun Damai membawa genset dan jaringan WiFi. Sebuah langkah kecil namun dampaknya terasa begitu besar. Suara mesin genset pun menyala menjadi penanda dimulainya kembali denyut kehidupan di wilayah yang baru saja dilanda musibah.
Ketua Tim Relawan Dompet Ummat Kalbar Rino yang sedang berada di Aceh saat ini mengatakan sebanyak kurang lebih 200 warga merasakan langsung manfaat dari pemasangan WiFi tersebut. Mereka kini dapat mengecas ponsel, menghubungi sanak keluarga, serta mengakses internet untuk mengetahui informasi penting terkait kondisi pascabanjir. Akses komunikasi yang sempat terputus, perlahan kembali terhubung,” jelas Rino kepada Pontianak Post.
Menurut Rino, pemasangan WiFi dan genset ini merupakan kebutuhan dasar yang sering luput diperhatikan saat bencana. Padahal sangat dibutuhkan untuk pemulihan psikologis dan koordinasi bantuan. Sehingga dua fasilitas ini menjadi prioritas bantuan untuk warga Aceh.
Internet ini ungkap Rino lebih dari sekadar fasilitas, karena jaringan internet sejatinya merupakan pertanda sebuah kebangkitan. Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya surut dan rumah-rumah yang masih berbenah, sinyal yang kembali menyala memberi pesan bahwa warga Dusun Damai tidak sendiri. “Ada tangan-tangan peduli diantaranya dari Kalbar, yang memberikan harapan untuk terus dihidupkan,” ujar Rino.
Sejumlah warga Aceh, Imam dan Cnara Asri tak mampu menyembunyikan rasa syukur mereka atas bantuan sinyal internet dan genset. Setelah hampir tiga minggu hidup tanpa listrik dan internet, mereka akhirnya bisa mengabari keluarga bahwa kondisi mereka baik-baik saja. Sebuah kabar sederhana, namun sarat makna di tengah situasi darurat.
“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa nelpon keluarga dan cari informasi terkini,” ujar Imam sembari menunjukkan ponsel di tangannya. Kalimat ini singkat namun mewakili perasaan banyak orang, lega, tenang, dan kembali memiliki pegangan.
Selain internet dan genset, air bersih pun menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang diupayakan Tim Dompet Ummat Kalbar. Melalui satu truk tangki, air bersih disalurkan kepada 197 jiwa penerima manfaat, memberi napas lega di tengah keterbatasan. Sementara itu, terpal dibagikan kepada delapan jiwa yang terdampak langsung, menjadi atap darurat sekaligus simbol kepedulian yang mengalir dari Kalimantan Barat untuk Aceh Tamiang.
Bantuan air bersih dan terpal yang disalurkan Dompet Ummat Kalbar bekerja sama dengan Pontianak Post ini disambut penuh rasa syukur oleh warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Di tengah keterbatasan pascabanjir, bantuan tersebut menjadi penopang kebutuhan dasar sekaligus penguat semangat bagi warga yang masih berjuang memulihkan kondisi kehidupan mereka.
“Air bersih ini sangat berarti bagi kami. Selama ini susah sekali mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, bantuan ini sangat menolong, terimakasih untuk bapak dan ibu yang sudah peduli dengan kami, ” ujar Arina Mahlia, salah satu warga Aceh Tamiang.
Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar materi. Kehadiran air bersih dan terpal menjadi simbol kepedulian dan penguatan moral bahwa mereka tidak sendiri menghadapi dampak bencana. Uluran tangan dari masyarakat Kalimantan Barat melalui Dompet Ummat Kalbar dan Pontianak Post memberi harapan agar proses pemulihan dapat dilalui dengan lebih kuat dan optimistis.
Di akhir wawancara Rino bersama dua rekannya lantas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Dukungan berupa donasi dan doa dari warga Kalbar menjadi energi penting bagi para relawan untuk terus bergerak di lapangan.
Direktur Utama Pontianak Post, H Salman Busrah juga menyampaikan ucapan terimakasih mendalam kepada seluruh warga Kalbar yang sudah memiliki kepedulian sangat tinggi terhadap saudara-saudara kita di Aceh. “Kepedulian masyarakat Kalbar ini menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan mampu menembus batas wilayah, menyatukan empati dari Kalbar untuk Aceh di tengah masa pemulihan pascabencana,” imbuh Salman.
Di tengah sisa lumpur dan sunyi pascabanjir, bantuan Kalbar hadir sebagai penopang kehidupan. Sinyal internet yang kembali menyala, air bersih yang mengalir, genset yang menghidupkan cahaya, serta terpal sederhana yang memberi perlindungan, menjadi bukti bahwa kepedulian mampu menjelma menjadi kekuatan nyata. Dari Kalimantan Barat untuk Aceh Tamiang, bantuan itu bukan sekadar fasilitas, melainkan harapan yang membantu warga bertahan dan perlahan bangkit. (vie)
Editor : Hanif