Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kemenhub Awasi Ketat Penerbangan Nataru, Siap Hadapi Tantangan Cuaca Ekstrem

Hanif PP • Rabu, 17 Desember 2025 | 06:49 WIB

 

Calon penumpang pesawat antre masuk ke dalam terminal untuk lapor diri di Terminal 1 A Keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (21/12/2024). PT Angkasa Pura Indonesia (API) selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta mencatat puncak aru
Calon penumpang pesawat antre masuk ke dalam terminal untuk lapor diri di Terminal 1 A Keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (21/12/2024). PT Angkasa Pura Indonesia (API) selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta mencatat puncak aru

PONTIANAK POST - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meningkatkan pengawasan terhadap penerbangan saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sebab, di sejumlah kawasan diperkirakan bakal dilanda cuaca ekstrem hingga awal tahun depan.

Direktur Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud), Capt Sigit Hani mengatakan, pihaknya akan menjaga agar seluruh penerbangan berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengawasan dilaksanakan secara intensif di sejumlah bandara strategis. Objek yang diawasi meliputi sisi darat dan sisi udara yang mencakup beberapa area. Diantaranya pengoperasian keamanan bandara, pemeriksaan penumpang dan bagasi, serta pemeriksaan kargo dan pos.

Menurut Sigit, seusai sidak, tiga bandara dipastikan siap melayani Nataru. ”Yaitu Aji Bandara Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda, Internasional Hang Nadim di Batam, dan Internasional Kualanamu Deli Serdang,” jelasnya.

Guna mendukung kesiapan operasional Nataru, pihak bandara juga aktif berkoordinasi dengan stakeholder, seperti TNI, Polri, BMKG, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina Kesehatan, Badan Karantina Indonesia, AirNav Indonesia, dan pemda setempat. ”Diharapkan penyelenggaraan angkutan udara Nataru dapat berjalan dengan aman, selamat, tertib, dan nyaman di seluruh wilayah Indonesia,” kata Sigit.

 

Extra Flight

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi mengungkapkan, pihaknya telah berkolaborasi dengan maskapai dan AirNav Indonesia untuk memastikan tersedianya layanan penerbangan bagi masyarakat di momen Nataru. InJourney Airports memastikan ketersediaan slot time atau waktu keberangkatan dan kedatangan penerbangan di bandara. Itu untuk mengakomodir extra flight yang diajukan maskapai dan telah mendapat persetujuan regulator. 

”Kami telah menerima sebanyak 558 extra flight untuk dioperasikan pada periode 15 Desember 2025-5 Januari 2026,” ujarnya.

Lima bandara dengan tambahan penerbangan terbanyak adalah Bandara Soekarno-Hatta Tangerang (211 extra flight), Bandara Internasional Yogyakarta (37), Bandara Radin Inten II Lampung (30), Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok (7) dan Bandara Ahmad Yani Semarang (6). Jumlah itu masih dapat bertambah. Namun, operasionalnya tergantung realisasi dari masing-masing maskapai.

Selain itu, Pahlevi juga telah menginstruksikan agar bandara-bandara InJourney Airports siaga dan beroperasi 24 jam menyesuaikan kebutuhan maskapai penerbangan.

 

Hadapi Tantangan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno meminta agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan dalam menyambut Nataru. Pasalnya, di beberapa daerah tengah diterpa bencana hidrometeorologi. Khususnya Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). ”Nataru kali ini bukan standar. Ini plus-plus, karena disertai tantangan berlapis,” ujarnya dalam keterangan resmi Selasa (16/12).

Baca Juga: Dewi Laila Mubarokah: Ibu Hamil Peraih Dua Emas SEA Games, Impikan Tampil di Olimpiade Bersama Suami

Menurut dia, itu menjadi tantangan besar karena wilayah terdampak bencana merupakan daerah yang mayoritas penduduknya yang merayakan Natal. Di Sumut, misalnya. Beberapa kabupaten seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga, persentase penduduk Nasrani cukup besar. ”Saudara-saudara kita merayakan Natal dalam kondisi rumah belum pulih, sebagian masih di pengungsian, gereja terdampak, dan akses terbatas. Ini menjadi perhatian ekstra bagi kita semua,” paparnya.

Terlebih, periode Nataru tahun ini berlangsung cukup panjang, yakni dua pekan. Dimulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. ”Pemerintah memprediksi puncak arus mudik tahap pertama terjadi pada 20 Desember dan puncak kedua pada 24 Desember,” uvca.

Sementara, arus balik diperkirakan pada 28 Desember 2025 dan 4 Januari 2026. Dalam rentang waktu tersebut, diperkirakan terjadi pergerakan penduduk dalam skala besar. Namun, pada saat yang sama, risiko bencana hidrometeorologi masih cukup tinggi.

Karena itu, kata Pratikno, dia meminta agar kesiapan pengamanan dan pelayanan Nataru ditingkatkan secara signifikan. Termasuk, disertai kewaspadaan tinggi terhadap dampak bencana. ”Pengamanan Nataru yang selama ini sudah kita lakukan dengan baik harus tetap dijalankan, tetapi tahun ini perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Perhatian ekstra juga harus diberikan untuk daerah lain yang punya risiko tinggi bencana, di antaranya Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga wilayah perairan. ”Nataru kali ini menuntut kerja yang lebih ekstra. Kita harus memastikan masyarakat tetap bisa merayakan dengan aman, sekaligus terlindungi dari risiko bencana yang masih mengancam,” terang Pratikno.  (raf/mia/aph)

Editor : Hanif
#pengawasan #Cuaca Ekstrem #nataru #penerbangan #kemenhub