PONTIANAK POST - Jarum jam menunjukkan pukul 00.30, Senin (22/12). Sebuah bus berwarna dominan kuning melaju dengan kecepatan tinggi di tol Semarang. Mendekati tikungan simpang susun exit Krapyak, bus tetap melaju sangat kencang.
Gilang, sopir bus, diduga kehilangan kendali. Bus lalu menghantam beton pembatas jalan yang berada di sebelah kanan. Akibatnya fatal. Bus terguling-guling. Bodi sisi kanan hancur. Semua penumpang terpental. Ada yang terjepit kursi, ada pula yang tergencet bodi bus.
Kecelakaan tunggal itu mengakibatkan 16 penumpang bus tewas. Sedangkan 18 lainnya mengalami cedera ringan hingga parah. Bus bernopol B 7201 IV itu milik PO Cahaya Trans. ''Bus itu dari arah Jakarta menuju Jogjakarta,'' terang Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang. Dia mengatakan, Basarnas bersama petugas gabungan telah mengevakuasi semua penumpang bus. Proses evakuasi membutuhkan waktu yang tidak sebentar. ''Evakuasi selesai sekitar pukul 04.00,'' jelas Budiono.
Proses evakuasi cukup sulit karena sebagian korban dalam posisi terjepit besi. Selain itu, akses menuju korban dipenuhi pecahan kaca jendela bus. Tim penyelamat harus masuk ke dalam bus yang terguling, menggapai dan membuka akses menuju korban, lalu mengevakuasinya keluar dari dalam bus dengan ekstra hati-hati. Para korban meninggal dan luka sebagian dievakuasi di RSUP dr Kariadi Semarang. Sebagian lagi dibawa ke RSUD dr Adhyatma MPH (RSUD Tugurejo) dan RS Columbia Asia Semarang.
Hingga kemarin, belum diketahui penyebab pasti kecelakaan. Namun, dugaan sementara, sopir tidak mampu mengendalikan bus yang melaju kencang di tikungan.
''Penyebab kecelakaan masih diselidiki,'' terang Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo di posko DVI kamar jenazah RSUP dr Kariadi Semarang, Senin (22/12).
Kapolda menyampaikan, sopir bus yang mengalami kecelakaan dalam kondisi selamat. Sopir bus tersebut nantinya akan diperiksa guna mengetahui penyebab pastinya kecelakaan tersebut. Belakangan, terungkap bahwa ternyata Gilang adalah sopir cadangan.
"Sopir bus selamat dan diamankan di Polrestabes Semarang. Nanti dia juga kita tes urine untuk mengetahui apakah yang bersangkutan menggunakan narkoba atau ada kandungan zat terlarang lainnya," bebernya.
Biaya pengobatan seluruh korban yang cedera ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Jawa Tengah. "Ini bus reguler menuju Jogja. Sebagian besar korban berasal dari wilayah Boyolali, Klaten, Jogja, Bogor, dan Jakarta," jelasnya.
Polda Jateng telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Jasa Raharja, untuk membuka posko di depan kamar jenazah RSUP dr Kariadi Semarang. Jenazah para korban akan diantar ke kediaman masing-masing.
Pengakuan Penumpang Selamat
Salah satu penumpang bus nahas bernama Sutiadi Sarwono, 67. Dia menceritakan detik-detik sebelum terjadinya kecelakaan. Sutiadi mengaku masih terjaga sebelum terjadi kecelakaan maut. "Saya gak tidur. Itu kejadian tol Krapyak, itu kan turunan, kok tidak ada pelambatan seolah-olah tidak ada pengereman. Pas di tikungan itu, bus oleng," ungkapnya, Senin (22/12).
Akibat kecelakaan itu, Sutadi mengalami luka pada bagian kepala. Terlihat ada perban menutupi lukanya. Kakinya juga terluka akibat terkena pecahan kaca bus. (mha/oni)
Editor : Hanif