PONTINAK POST - Kabar duka datang dari RS St Carolus Jakarta pada Minggu (28/12) malam. Romo Mudji Sutrisno, agamawan yang aktif mempromosikan toleransi antarumat beragama, wafat pada usia 71 tahun.
“Selamat jalan sahabat dialog lintas iman,” kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kemarin (29/12).
Nasaruddin mengenang, dia kerap tampil satu panggung dengan pria kelahiran Solo pada 12 Agustus 1954 tersebut. Khususnya dalam dialog antaragama yang mengulas serta mempromosikan toleransi dan perdamaian.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu menambahkan, dia mengenal Romo Mudji sebagai figur yang sangat menghargai nilai-nilai kebudayaan dalam beragama. Romo dengan nama lengkap Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno tersebut kerap memberikan perspektif seni dan estetika dalam nilai spiritual.
“Pesan-pesan Romo Mudji sejalan dengan keberagamaan yang inklusif dan moderat,” tuturnya.
Beberapa kali Romo Mudji hadir di acara Kemenag. Misalnya dalam Seminar Natal Nasional 2024 di Auditorium Kemenag pada 19 Desember 2024. Acara yang mengangkat tema “Gereja Berjalan Bersama Negara: Semakin Beriman, Humanis, dan Ekologis” itu dibuka Nasaruddin.
Romo Mudji hadir sebagai salah seorang narasumber. Di depan peserta seminar, dia memberikan perspektif mengenai humanisme dan ekologi dalam konteks keagamaan di Indonesia.
Kabar duka wafatnya Romo Mudji sebelumnya disampaikan Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignasius Suharyo. Disebutkan bahwa penulis buku “Estetika: Filsafat Keindahan” tersebut tutup usia karena sakit.
Rencananya prosesi pemakaman Romo Mudji dilakukan di Semarang besok (31/12). Sebelumnya akan didahului Ekaristi di gereja paroki sekitar pukul 10.00 WIB. Romo Mudji bakal dimakamkan di Taman Mari Ratu Damai Girisonta, Ungaran, Kabupaten Semarang. (wan/ttg)
Editor : Hanif