Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pencarian KM Putri Sakinah Terus Berlanjut, Korban Masih Belum Ditemukan

Hanif PP • Selasa, 30 Desember 2025 | 10:24 WIB

 

EVAKUASI: Petugas SAR mengevakuasi jenazah anak perempuan Fernando Martin Carreras, pelatih tim Valencia Putri B yang tenggelam saat menaiki KM Putri Sakinah.
EVAKUASI: Petugas SAR mengevakuasi jenazah anak perempuan Fernando Martin Carreras, pelatih tim Valencia Putri B yang tenggelam saat menaiki KM Putri Sakinah.

PONTIANAK POST - Anak perempuan Fernando Martin Carreras, pelatih tim Valencia Putri B yang tenggelam saat menaiki KM Putri Sakinah, ditemukan nelayan sekitar pukul 06.15 Wita di perairan Pulau Serai, kawasan Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Sementara Fernando dan dua anak laki-lakinya sampai berita ini ditulis, belum terlacak keberadaannya.

”Jenazah (anak perempuan, Red) dievakuasi menggunakan RIB (rigid inflatable boat) milik Basarnas dengan pengawalan dan pengamanan dari personel Polri, kemudian dibawa ke Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo. Selanjutnya dilakukan proses identifikasi,” jelas Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, seperti dikutip dari Timor Express.

Proses identifikasi berlangsung di RSUD Komodo, Labuan Bajo, ibu kota Manggarai Barat. Insiden maut tersebut terjadi pada Jumat (26/12) malam saat kapal menuju Pulau Komodo setelah singgah di Pulau Kambing. Istri Carreras, Mar Martinez Ortuno, dan seorang putrinya selamat bersama seorang pemandu dan empat kru kapal.

Berdasarkan penyelidikan awal polisi, Martin dan ketiga anaknya diduga terjebak dalam kabin saat kapal pinisi itu mulai tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi. Kapal tersebut sebelumnya mengalami mati mesin.

 

Tim Penyelam

Polda NTT mengerahkan berbagai teknologi pencarian laut dalam operasi kemanusiaan mencari Carreras dan kedua anak lelakinya. Di antaranya, sonar system untuk mendeteksi objek di dasar laut dan ROV (drone bawah air) guna melakukan observasi visual di kedalaman.

Dikerahkan pula tim penyelam profesional Polairud. ”Tim penyelam ini memiliki kemampuan menyelam hingga kedalaman ekstrem,” kata Kabidhumas Polda NTT Kombespol Henry Novika Chandra.

Area pencarian juga telah diperluas hingga radius 5,25 nautical mile dari titik terakhir kapal dilaporkan tenggelam. Selain operasi di lapangan, Polda NTT telah pula melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Spanyol, Kementerian Pariwisata, serta instansi terkait lain.

 

Usut Tuntas

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Niti Emiliana menuturkan, perlu diusut tuntas apakah insiden di perairan Selat Pulau Padar itu disebabkan oleh force majeur atau adanya kontribusi kesalahan manusia atau human error. Apalagi, kemarin, sebuah pinisi lain, KM Dewi Anjani, juga tenggelam di perairan Dermaga Pink, tak jauh dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo.

Tak ada korban jiwa dalam insiden yang diduga dipicu keteledoran kru kapal. Semua anak buah kapal ketiduran sehingga tidak ada yang memompa air. ”Semoga ini menjadi pengingat bagi pelaku usaha pariwisata bahwa konsumen sepatutnya mendapatkan hak atas keamanan, kenyamanan, dan keselamatan dalam berwisata, ” terang Niti, kemarin.

Baca Juga: Selamat Jalan Romo Mudji: Tokoh Toleransi dan Perdamaian Wafat di Usia 71 Tahun

YLKI, lanjutnya, mendorong kelayakan teknis kapal wisata diaudit secara independen. Yang juga penting, konsumen berhak mendapatkan informasi yang transparan mengenai kondisi cuaca sebelum keberangkatan.

”Perlindungan konsumen harus memastikan adanya kewajiban bagi operator untuk memberikan refund penuh atau penjadwalan ulang jika pelayaran dibatalkan karena faktor cuaca, tanpa potongan biaya, ” paparnya.

Dia mengingatkan, Labuan Bajo bukan hanya sekadar destinasi wisata nasional, tapi sudah dikenal luas secara internasional. ”Penanganan yang sigap dari pemerintah dapat menjaga kepercayaan turis mancanegara yang ingin berwisata di Indonesia,” jelasnya.

Pemerintah pusat memberi atensi terhadap tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengangkut penumpang sekeluarga dari Spanyol. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan, pemerintah telah meminta adanya percepatan penanganan kecelakaan tersebut.

"Kita memonitor adanya kejadian kecelakaan di Labuan Bajo dan kami juga minta kepada seluruh jajaran TNI, Polri, Kemenhub untuk bekerja keras secepat mungkin melakukan penanganan-penanganan," ujar Prasetyo dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin (29/12).

Prasetyo menambahkan, pemerintah bakal terus mengerahkan bantuan untuk pencarian korban insiden kapal tersebut. ”Karena masih ada yang belum ditemukan sampai dengan hari ini (kemarin),” katanya. (kr2/cr6/idr/ttg)

Editor : Hanif
#NTT #KM Putri Sakinah #Selat Padar #valencia #Labuan Bajo #Pencarian korban #kapal tenggelam