Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kemenkes Pastikan Vaksin Influenza Masih Efektif Hadapi Varian Flu H3N2

Hanif PP • Jumat, 2 Januari 2026 | 09:34 WIB

 

Widyawati
Widyawati

PONTIANAK POST - Kementerian Kesehatan memastikan vaksin influenza yang tersedia saat ini tetap efektif melindungi masyarakat dari risiko sakit berat, rawat inap, hingga kematian akibat influenza A (H3N2). Penegasan ini disampaikan untuk merespons pemberitaan mengenai kemunculan influenza A (H3N2) subklade K yang sempat menimbulkan kekhawatiran.

Juru Bicara Kemenkes Widyawati menegaskan, berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemantauan epidemiologi terkini, subklade K tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan klade atau subklade influenza lainnya. “Gejalanya umumnya seperti flu musiman, meliputi demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” kata Widyawati di Jakarta, Kamis (1/1).

Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan melalui surveilans dan pelaporan berkelanjutan, serta menyiapkan langkah-langkah respons sesuai perkembangan situasi.

Secara global, Kemenkes mencatat peningkatan kasus influenza A (H3) di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025 atau sekitar Oktober, seiring masuknya musim dingin. Hingga kini, tercatat 1.127 kasus yang dilaporkan, dengan pola yang dinilai serupa dengan musim influenza pada tahun-tahun sebelumnya.

Di kawasan Asia, subklade K dilaporkan muncul di sejumlah negara seperti China, Korea, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak minggu ke-30 tahun 2025. Varian dominan tetap influenza A (H3). Namun, tren kasus di negara-negara tersebut justru menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

Kondisi serupa juga terjadi di Indonesia. Varian dominan masih influenza A (H3), dengan tren kasus yang menurun dalam dua bulan terakhir. Hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang rampung pada 25 Desember 2025 menunjukkan subklade K telah terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui laporan 88 sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di seluruh Indonesia.

Hingga akhir Desember, tercatat 62 kasus subklade K di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan (64 persen), dengan kelompok usia terbanyak 1–10 tahun (35 persen).

Dari 843 spesimen positif influenza, sebanyak 348 sampel menjalani genome sequencing. Hasilnya, 152 sampel (44 persen) merupakan influenza A(H1), 172 sampel (49 persen) influenza A(H3), dengan 62 di antaranya atau 36 persen termasuk subklade K. Sementara 24 sampel lainnya (7 persen) merupakan influenza tipe B/Victoria.

Kemenkes menegaskan seluruh varian yang ditemukan merupakan varian yang sudah dikenal, bersirkulasi secara global, dan terus dipantau dalam sistem surveilans WHO.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes mengimbau masyarakat memperkuat daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi. Vaksinasi influenza tahunan juga dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Masyarakat yang sakit diminta tetap berada di rumah, memperbanyak istirahat, mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta menerapkan etika batuk dan penggunaan masker guna mencegah penularan. (ant)

Editor : Hanif
#Vaksin #efektif #global #flu H3N2 #subklade K #kemenkes #influenza